Peristiwa

Pelantikan PWI Persiapan Ngawi

Di Era Market Regulation, Kompetensi Wartawan Bersifat Mutlak

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Persiapan Ngawi Dilantik di Pendopo Kabupaten Ngawi

Ngawi (beritajatim.com) – Catatan penting perubahan mendasar kehidupan pers nasional dari era Orde Baru ke era Reformasi adalah minimnya peran negara yang kini digantikan peran mekanisme pasar.

Hal itu dikatakan Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim saat pelantikan pengurus PWI Persiapan Kabupaten Ngawi periode 2019-2020, di Pendopo Kabupaten Ngawi, Senin (26/8/2019) siang.

“Perubahan ini menuntut peningkatan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme wartawan,” kata Ainur.

Bisnis media massa hakikatnya, tambahnya, secara prinsip tak mengalami perubahan mendasar. Yang terjadi adalah perubahan instrumen platform media dan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan yang terlibat di dalamnya.

Maksudnya, jelas Ainur, instrumen platform media saat ini mengalami perkembangan luar biasa dibanding 20 atau 30 tahun lalu. Kini di era digital, publik tak sekadar mengenal media massa radio, cetak, dan televisi.

Publik juga disuguhi media massa berbasis digital, yang mampu menyajikan berita dalam bentuk suara, narasi/teks, gambar, dan video sekaligus dalam produk berita yang bersifat satu kesatuan.

“Hal penting lain adalah kompetitor media massa tak lagi bersifat linier, yakni media massa satu versus media massa lain. Sekarang ini media massa bertempur sangat keras dengan media sosial. Jadi, kontestasi bisnis media massa di era market regulation ini jauh lebih keras dan ketat dibanding di era state regulation,” ingat Ainur.

Di sanmping perubahan instrumen platform media massa, Ainur mengutarakan, peningkatan kualitas, kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme wartawan mutlak ditingkatkan di era kompetisi bebas seperti sekarang.

“Wartawan itu harus di-update informasinya dan di-upgrade pengetahuannya. Kalau ada kesempatan kuliah, ya sebaiknya kuliah lagi. Ini untuk mengikuti dan mengantisipasi perkembangan zaman yang luar biasa seperti sekarang,” ingatnya.

Hal serupa dikatakan Wakil Bupati Ngawi, Oni Anwar. Peningkatan kapasitas, kualitas, dan profesionalisme wartawan sangat penting, terutama dalam konteks peran wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kalau wartawan itu punya kapasitas lalu menjalankan fungsi kontrol sosial, maka dia berwibawa. Karena orang lain yang dikontrol mengakui kapasitas dan kompetensi wartawan tersebut,” katanya.

Wabup Oni Anwar mengapresiasi terbentuknya PWI Persiapan Ngawi.

“Dengan terbentuknya kepengurusan PWI di Kabupaten Ngawi ini mampu mendorong pers menjalankan fungsinya lebih baik dan bisa membantu meningkatkan kompetensi wartawan di Kabupaten Ngawi,” ingat Wabup Oni Anwar.

Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Persiapan Kabupaten Ngawi, periode 2019-2020 di bawah pimpinan Gembong Pranowo (Ketua),Sekretaris dijabat Bayu Wijayanto, dan Bendahara oleh Kundari Pri Susanti. [air/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar