Peristiwa

Demonstrasi di Gedung Dewan, HMI Ponorogo Ditemui Wakil Rakyat

Aksi unjuk rasa oleh HMI Ponorogo. [Foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ponorogo melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD setempat, Selasa (24/9/2019) sore di jalan alun-alun timur Ponorogo.

Dalam aksinya, para peserta aksi juga membentangkan poster yang berisi tuntutan agar wakil rakyat yang berada di senayan berpikir cerdas. Mereka menyatakan sikap, meminta DPR RI dan Pemerintah melakukan peninjauan kembali terhadap revisi undang-undang (UU) KPK, UU KUHP, dan UU Pertanahan.

Meminta kepada presiden dan penegak hukum untuk menghukum para koruptor dan pembakar hutan dan lahan dengan seberat-beratnya. Dan mengusut tuntas kasus rasisme yang memicu konflik di Papau karena berpotensi memecah belah NKRI.

“DPR RI sekarang ini tidak bisa menyikapi masalah dengan otak yang sehat. Mereka cenderung mengedepankan pengaruh dan kepentingan politik dari pada kepentingan rakyat,” kata Ketua HMI Ponorogo, Dani Nursahid, saat ditemui awak media.

Setelah berorasi selama setengah jam, 20 perwakilan dari peserta aksi ditemui anggota DPRD Ponorogo. Mereka diajak bermusyawarah bersama di salah satu ruangan di gedung dewan. Selang satu jam kemudian perwakilan mahasiswa dan wakil rakyat keluar.

Kedua belah pihak membacakan nota kesepakatan dari hasil musyawarah tadi. Pada intinya pihak DPRD Ponorogo mendukung tuntutan para pengunjuk rasa. “Pada prinsipnya kedua belah pihak tidak keberatan dengan yang telah disepakati, karena semua itu muaranya kepada kebaikan,” kata Ketua sementara DPRD Ponorogo, Sunarto.

Meskipun wakil rakyat di gedung dewan ini dari berbagai partai politik, dimana dipimpinan pusat punya kebijakan masing-masing. Demi kondusifitas kota reyog ini, tuntutan mahasiswa tadi akan disampaikan dan laporkan ke induk partai masing-masing di pusat.

“Dokumen pernyataan sikap teman-teman HMI akan kita sampaikan ke pusat. Bukti pengirimannya pun nanti kita beritahukan kepada mereka,” kata Sunarto.

Mereka yang melakukan aksi unjuk rasa ini, kata Kang Narto sapaan Sunarto, merupakan generasi penerus, mungkin 10-15 kemudian yang akan menggantikan para wakil rakyat di gedung dewan. Sehingga pihaknya mengapresiasi dengan beri wadah untuk menuruti aspirasinya.

Selama aspirasi tersebut tidak menyalahi peraturan perundang-undangan. “Teman HMI bagian dari elemen masyarakat, aksi ini merupakan kontrol sosial demi kebaikan wakil rakyat. Dan kami butuh masukan dan usulan yang positif membangun,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar