Peristiwa

Demo Buruh, Aktivis LMND Akui Kalah Adu Dorong Lawan Polisi

Jember (beritajatim.com) – Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi berunjuk rasa memperingati Hari Buruh di depan kantor Pemerintah Kabupaten dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (1/5/2019).

Para mahasiswa memekikkan yel-yel menuntut kesejahteraan untuk buruh. “Para buruh menuntut ketidakadilan yang selama ini menimpa mereka. Upah masih rendah dan jam kerja berlebihan,” kata Muhammad Imron Fauzi, salah satu aktivis.

Fauzi mencontohkan pegawai jasa fotokopi. “Jam kerja yang diberikan melebihi pada umumnya. Mulai jam dua dua siang sampai setengah 12 malam,” katanya.

Menurut Fauzi, jam kerja maksimal buruh delapan jam. “Tapi di Jember ada jam kerja berlebihan dan upah sangat minim. Hanya digaji Rp 600 ribu per bulan,” katanya.

Aktivis LMND sebenarnya ingin bertemu dengan perwakilan Pemkab Jember. “Target kami sebenarnya hanya menyampaikan aspirasi dan ingin menemui Pemkab Jember. Berhubung kami tadi memaksa masuk tapi tak diberi izin, mau bagaimana lagi? Kekuatan kami sekitar 25-30 orang, sementara bapak polisinya besar-besar dan kami tidak kuat mendorong, akhirnya kami pindah ke Disnaker saja,” kata Fauzi. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar