Peristiwa

Demi Trotoar, 340 Pohon Penghijauan Terancam Ditebang

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah pohon penghijauan mulai ditebang guna pembangunan trotoar. Sedikitnya ada 340 pohon yang diusulkan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro untuk ditebang.

“Beberapa pohon memang sudah ditebang dari total yang diajukan ada 340 pohon penghijauan di beberapa titik,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, Jumat (1/11/2019).

Penebangan dilakukan sesuai dengan kondisi pohon. Jika masih memungkinkan, pohon penghijauan yang berada di tepi jalan itu akan disisakan setinggi enam meter. Namun, jika kondisinya membahayakan akan ditebang hingga akarnya.

“Tapi jumlah yang diusulkan itu masih akan kita kaji dulu, bisa jadi tidak semua usulan akan kami tebang. Jika masih bisa dipertahankan ya kita pertahankan,” jelasnya.

Satu pohon yang ditebang, DLH meminta untuk diganti sebanyak tujuh pohon jenis tabibuya oleh pelaksana proyek. Tujuh pohon pengganti itu, lanjut Hanafi, penanamannya tidak disesuaikan dengan titik pohon yang ditebang, tetapi ditentukan oleh tim dari DLH.

“Tabibuya itu kerapatannya hanya dua meter. Pohon ini bukan pohon peneduh, tapi pohon keindahan. Jadi seperti Sakura Jawa,” jelasnya. Sejumlah pohon yang sudah mulai dilakukan penebangan diantaranya berada di Jalan Diponegoro.

Proyek pembangunan trotoar tersebut sebanyak 23 paket pekerjaan, dengan rincian 12 proyek kontruksi, 10 proyek jasa konsultasi, dan 1 proyek dalam bentuk pembelian pot bunga untuk trotoar. Dari 12 proyek kontruksi itu totalnya menggunakan anggaran sebesar Rp 24,7 miliar.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Welly Fitrama mengatakan, desain trotoar yang dibangun menggunakan lantai granit kasar sehingga lebih ramah bagi pejalan kaki. Trotoar itu, nantinya lanjut dia, tidak dipakai selain untuk pejalan kaki. “InsyaAllah ramah bagi disabilitas,” jelasnya.

Beberapa pembangunan trotoar itu satu paket berada di Kecamatan Sukosewu, dan lainnya berada di jalan kota. Seperti, Jalan Mas Tumapel depan kantor Pemkab Bojonegoro, seputar Alun-alun, Jalan Teuku Umar, Jalan Trunojoyo, Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan dr Wahidin, Jalan Ahmad Yani, Jalan WR Supratman, dan Jalan KH Mansyur. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar