Peristiwa

Kisah Kesaksian Mantan Teroris (1)

Dari Penggemar Metallica Jadi Tukang Bikin Bom

Jember (beritajatim.com) – Semula Kurnia Widodo hanya tahu Metallica dalam hidupnya. Bukan kisah-kisah heroik pertempuran atas nama Islam di berbagai belahan dunia. Lalu pria kelahiran Medan, 1 September 1974, ini bertemu dengan seseorang saat SMA dan diajak berdiskusi tentang sejumlah jihad di Afganistan, Palestina, dan Moro Filipina.

Pertemuan itu membangkitkan semangat keislaman Kurnia. Apalagi dia memperoleh cerita tentang sejarah gerakan Islam di Indonesia. “Lalu saya bergabung dengan Negara Islam Indonesia pada 1991,” katanya, dalam dialog pelibatan sivitas akademika dalam pencegah terorisme, di gedung Rektorat Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (24/7/2019).

Tahun 1992, Kurnia ikut tes dan diterima di Jurusan Kimia Institut Teknologi Bandung. Kawannya yang mengajaknya bergabung dengan NII diterima di Farmasi.

Kurnia butuh waktu 7,5 tahun untuk lulus kuliah. Selama di kampus, ia belajar membuat bom pada 1994-1995 dengan membaca buku-buku di perpustakaan. Saat itu tak ada aksi bom jihad, sehingga membuatnya aman untuk belajar.

Mengapa bom? Bom adalah bagian dari perang asimetris dengan jalan memunculkan rasa takut. “Selain belajar, saya uji coba dari low hingga high explossive. Nyaris memakan nyawa saya dua kali. Orang bilang don’t try this at home,” kata Kurnia.

Ilmu cara membuat bom semakin bertambah karena Kurnia mendapat referensi tambahan dari luar negeri. Bahkan ia bisa membuat bom dari bahan-bahan rumah tangga. Hasil penelitian dan percobaan pembuatan bom ini diberikan kepada gurunya di NII.

Medio 1994-1995, NII mengalami perpecahan. Muncul faksi lain bernama Jamaah Islamiyah yang dipimpin Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. “Tapi saya tetap di NII,” kata Kurnia.

Faksi Jamaah Islamiyah ini adalah faksi yang kemudian berafiliasi ke Al Qaedah pimpinan Osama bin Laden. Al Qaedah pada 2001 mengebom World Trade Center di New York, Amerika Serikat. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar