Peristiwa

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Kawasan di Sidoarjo Tergenang Air

Sidoarjo (beritajatim.com) – Akibat curah hujan yang tinggi mencapai mencapai 178 mm sejumlah wilayah di Sidoarjo tergenang air.

Selain itu, penyebab lain adalah adanya fenomena supermoon (mendekatnya jarak antara bumi dan bulan) yang secara tidak langsung menjadikan air laut pasang atau robb mencapai ketinggian 150 cm.

Sejumlah wilayah di Sidoarjo yang terdampak genangan air diantaranya, kawasan Kecamatan Waru, Kecamatan Gedangan, Kecamatan Sedati, dan Kecamatan Taman.

Menyikapi fenomena tersebut, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah sudah mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PU Marga untuk menyedot air menggunakan pompa. Langkah ini dilakukan agar debit air di sejumlah wilayah segera turun.

Saiful Ilah bersama dengan kepala BPBD Dwijo Prawito dan Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Naning Setyaningsih meninjau langsung ke Jalan Raya Juanda dan beberapa titik di Kecamatan Gedangan. Hal itu dilakukan guna memastikan pompa penyedot air sudah siap siaga. Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan sabar.

Sejumlah kawasan yang dilakukan penyedotoan diantaranya Jalan Raya Juanda dan Gedangan. “Pompa air sudah siaga disana, langkah ini meski sifatnya sementara namun sangat membantu dalam mengurangi debit air,” kata Bupati Sidoarjo, Senin (21/1/2019).

Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito mengatakan, saat ini seluruh stafnya sudah disebar ke daerah yang terdampak genangan air. “Mereka semua disiagakan untuk membantu warga dan menyiagakan pompa,” terang Dwijo.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) memperingatkan agar tetap waspada, karena dalam beberapa hari ini curah hujan masih dengan intensitas tinggi serta ditambah robb atau air pasang laut yang tinggi.

Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Perairan Kangean dan Samudra Hindia selatan Jatim. Hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di Laut Jawa bagian timur, Perairan Masalembu, Perairan Bawean, Perairan utara Jatim serta Perairan Gresik.

Arah angin umumnya berhembus dari Barat Daya – Barat Laut, kecepatan angin maksimum di Laut Jawa 32 knot (59 km/jam) dan S. Hindia selatan Jatim sebesar 28 knots (52 km/jam). Tinggi gelombang di Selat Madura antara 0.5 – 2.0 m. Tinggi gelombang di Laut Jawa bagian timur 2.0 – 5 m dan Selat Hindia selatan Jatim antara 1.5 – 3.5 m.

Waspada ketinggian gelombang mencapai 5.0 m di Laut Jawa bagian Timur, Masalembu, Perairan Bawean, Pantai Utara Jatim, Pantai Kangean dan mencapai 3.5 m di Pantai Selatan Jatim, dan Selat Hindia Selatan Jatim. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar