Peristiwa

Cerita Pendaki Saat Hujan Badai di Gunung Penanggungan

Mojokerto (beritajatim.com) – Cuaca ekstrim terjadi di wilayah Mojokerto, bahkan melanda Gunung Penanggungan. Ini didapat dari cerita salah satu pendaki asal Lamongan yang saat hujan dan badai melakukan pendakian.

“Cuacanya sangat parah sampai tumbuh-tumbuhan tumbang semua di puncak. Hujan deras dan badai di atas, dingin sekali. Kita tidak bisa mendirikan tenda di atas, kita berlindung di gua,” ungkap salah satu pendaki, Ario (18), Rabu (23/1/2019).

Masih kata Ario, dia berangkat naik ke Gunung Penanggungan dari jalur pendakian Tamiajeng pada Selasa (22/1/2019) sekira pukul 01.20 WIB bersama tiga orang temannya. Sampai di atas pukul 04.30 WIB atau selesai subuh.

Sementara itu, petugas pos jalur pendakian Tamiajeng, Suaidi mengatakan, jalur pendakian Tamiajeng ditutup mulai Rabu hingga waktu yang belum ditentukan. “Sampai kapan, belum tahu. Penutupannya sendiri karena faktor cuaca benar-benar ekstrim,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar