Peristiwa

Cegah Paham Radikalisme, Polsek Ponorogo Sambangi Tokoh Masyarakat

Ponorogo (beritajatim.com) – Masalah radikalisme dan terorisme seperti tidak ada habisnya. Radikalisme merupakan suatu pemahaman baru yang dibuat-buat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal, seperti agama, sosial, dan politik seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindak terorisme yang cenderung melibatkan tindak kekerasan.

Berbagai tindakan teror yang tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku radikal dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai sebuah perubahan.

Untuk melakukan pencegahan tentang paham radikalisme yang mengarah kepada tindakan terorisme, Polsek Ponorogo giat melakukan roadshow tentang bahaya dan pencegahan radikalisme supaya tidak berkembang di masyarakat. Salah satunya menyambangi kantor Kelurahan Surodikram Ponorogo.

Kanit Intel Polsek Ponorogo Aiptu Gandi M dihadapan warga Surodikraman mengatakan dalam hal pencegahan paham radikalisme, tentunya bukan hanya kalangan pemerintah saja. Namun seluruh rakyat harusnya juga ikut terlibat dalam usaha tersebut, terutama para pemuda.

”Paham radikalisme sudah memasuki sendi-sendi masyarakat. Pemuda-pemudi sebagai generasi penerus sudah semestinya ikut mencegah masuknya paham radikalisme,” tegas Aiptu Gandi M, Sabtu (19/10/2019).

Yang harus dilakukan, kata Akptu Gandi M pertama agar pemahaman radikalisme tidak berkembang ialah melaporkan atau berkonsultasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di lingkungan tersebut. Dengan demikian, pihak tokoh masyarakat itu dapat mengambil tindakan pencegahan awal. Seperti melakukan diskusi tentang pemahaman baru yang muncul di masyarakat tersebut dengan pihak yang bersangkutan.

”Komunikasi dilakukan untuk mencegah tindakan kekerasan,” katanya.

Selain itu, Aiptu Gandi M juga berharap warga melakukan pengawasan terhadap rumah kos, ini penting dilakukan mengingat beberapa aksi terorisme setelah dilakukan cek alamat rumah, mereka hanya kos atau tinggal sementara.

”Bapak RT penting untuk mengetahui biodata dari warga yang indekos di lingkungannya,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar