Peristiwa

Cegah Longsor di Lereng Wilis, Bupati Kediri Tanam Bibit Asem

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar penghijauan dalam rangka konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Badut, Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Kegiatan ini mengambil tema ‘Kediri Menanam Lagi’.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno datang dalam acara tersebut dan menanam pohon asem di pinggir jalan Dusun Besuki di bawah tanaman pinus milik Perhutani. Menurutnya, Dusun Besuki secara geografis wilayahnya perbukitan yang terletak di lereng Gunung Wilis. Kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi rawan bencana. Itulah sebabnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri memilih tempat ini sebagai lokasi penanaman.

Sementara itu, Camat Mojo Sukemi, S.Sos mengatakan, di Dusun Besuki ini setiap musim penghujan sering terjadi tanah longsor. Kawasan yang longsor di daerah-daerah perbukitan. Oleh karena, pemerintah melakukan penghijauan untuk mencegah terjadinya bencana alam tersebut.

Jenis yang ditanam oleh bupati adalah bibit asem. Menurut warga, pohon asem sangat kuat dalam melindungi jalan dari kikisan air hujan yang dapat menyebabkan longsor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan yang diwakili oleh Deni Alfataruna Kabid Perkebunan menjelaskan, kegiatan penghijauan ini adalah upaya konservasi lingkungan untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, guna mendukung Gerakan Rehabilitasi Lahan di Kabupaten Kediri.

“Tujuan utama dari kegiatan penghijauan ini adalah mengurangi bahaya banjir dan tanah longsor, menjaga dan memelihara ketersediaan sumber air dan tata aliran air di lahan sekitar hutan, serta meningkatkan nilai produksi dan ekonomi tanaman untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” jelasnya.

“Yang diberikan kepada warga sebanyak 2.400 bibit yang terdiri dari sengon 1.000, sirsak 200, asem 200, cengkeh 500, kopi 500. Tanaman tersebut ditanam di pinggir jalan di bawah tanaman pinus. Ada pula yang ditanam di perkebunan warga sekitar dengan dibantu oleh warga yang hadir,” terangnya.

“Kenapa tanaman produktif? Karena selain untuk kelestarian lingkungan juga sebagai pemberdayaan ekonomi. Dengan penghijauan tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi yaitu kopi dan cengkeh, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Penghijauan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus perhatian pemerintah kepada petani di Kabupaten Kediri khususnya petani di sekitar hutan.

Setelah aksi ini, selanjutnya warga diharapkan bertanggung jawab untuk merawat dan memelihara tanaman tersebut sampai mampu menghasilkan.

Warga pun sangat senang dengan adanya penghijauan ini. Selain desanya bisa aman dari intaian bahaya longsor, juga karena setelah 5 tahun nanti hasil dari tanaman produktif dapat dipanen untuk menambah perekonomian.

Alhamdulillah desa kami mendapat bantuan penghijauan, semoga tidak ada lagi longsor, masyarakat bisa hidup aman dan sejahtera. Kami berjanji akan merawatnya,” terang Suyanto salah satu warga.

Ikut serta dalam kegiatan ini Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kediri, Muspika Mojo, Kepala Desa se-Kecamatan Mojo, para petugas lapangan, serta anggota kelompok tani, tokoh masyarakat dan kelompok pemerhati lingkungan. [adv kominfo/nng]

Apa Reaksi Anda?

Komentar