Peristiwa

Buta Permanen, Ini Kondisi Ipda Ahmad Nurhadi Pasca Bom Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Bersama sang Istri Nunung Ifana, Ipda Ahmad Nurhadi korban bom Gereja Ngagel datang ke Gereja Santa Maria Tak Bercela untuk berdoa bersama di peringatan satu tahun peristiwa bom gereja di Surabaya.

Kini kondisi Rahmad sudah tak seperti saat bertugas, bahkan kini harus menerima kenyataan menjadi buta permanen sejak menjadi korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela. Total tiga bulan lamanya, Ahmad harus menjalani perawatan untuk mata dan kakinya di RSUD Dr. Soetomo. Ahmad bersyukur masih mendapatkan bantuan pendanaan dari Polri dan Pemkot Surabaya.

Ahmad mengalami kebutaan pada kedua matanya karena terkena serpihan bom. Meski Polri telah mengupayakan pengobatan hingga ke Singapura, namun kedua matanya sudah gak bisa diperbaiki karena telah mengenai sarafnya.

Selain itu, Ahmad pun masih harus menanggung rasa nyeri akibat pen yang dipasangkan pada kakinya hingga saat ini.
“Kalau trauma ya manusiawi, kejadian kayak gini siapa yang gak trauma. Tapi saya mikir juga untuk apa dipikir terus. Saya siap bertugas lagi, gak merasa terancam. Risiko saya sebagai anggota Polri mengamankan masyarakat gitu kan,” tutur Ahmad tanpa ada rasa takut sedikit pun.

Tanpa adanya penyesalan sedikit pun, Ahmad justru masih bisa bersyukur dengan keadaannya saat ini. Dia bersyukur hanya mata dan kakinya saja yang terluka, bukan tubuh atau pun nyawanya. Ahmad memasrahkan semuanya pada Yang Kuasa dan merasa lebih dekat dengan-Nya setelah kejadian ini.

“Saya harus bisa menerima kondisi saya ini. Karena sudah ketentuan-Nya, gak bisa menolak. Jadi harus berserah diri seikhlas-ikhlasnya,” ujar Ahmad dengan tegar.

Ahmad tak merasa sia-sia ia telah memaafkan pelaku dan justru bangga mendapat penghargaan tersebut. “Kita sampai berkorban nyawa seperti ini, sampai kondisi fisik saya begini, kan masyarakat tahu kalau kita benar-benar pengamanan masyarakat, pengamanan tempat ibadah. Jadi saya bangga, meskipun saya begini saya bangga bisa mengabdi pada masyarakat,” tutup Ahmad.[way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar