Peristiwa

Bupati Ipong Muchlissoni: Yang Benar Kata Reyog

Ponorogo (beritajatim.com) РPolemik kata reog dan reyog  menyeruak lagi menjelang perayaan grebeg suro 2019. Di tengah masyarakat masih menjadi perdebatan mana kata yang benar untuk penyebutan kesenian topeng yang dikalim terbesar di dunia itu.

”Yang benar itu reyog pakai hufuf Y,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Selasa (30/7/2019).

Ipong menyebut rujukannya dilihat dari buku berjudul Pedoman Dasar Kesenian Reyog Ponorogo dalam Pentas Budaya Bangsa, yang diterbitkan Pemkab Daerah Tingkat II Ponorogo, pada tahun 1993 lalu.

Kata reyog mulai dipersepsikan menjadi reog itu terjadi saat era bupati Markum Singodimejo yang menjabat bupati Ponorogo pada kurun waktu 1994-2004. Saat itu Bapak Markum, kata Ipong mempopulerkan semboyan REOG. Yang merupakan akronim dari resik, endah, omber, dan girang – gemirang.

”Mulai¬† saat itu banyak masyarakat yang sulit membedakan antara reyog dan reog. Dan cenderung menulis kesenian asli Ponorogo itu dengan reog,” katanya.

Namun, kata Ipong kesalahan pemahaman itu tidak perlu dibesar-besarkan. Dia menyebut itu bagian dari sejarah yang tidak perlu diungkit-ungkit. Sekarang sudah banyak masyarakat yang tidak lagi menggunakan istilah reog. Yang terpenting, Ipong berharap kata Reyog Ponorogo terus digunakan masyarakat disetiap kesempatan.

”Mulai sekarang dan seterusnya pakai yang benar yakni Reyog Ponorogo,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar