Peristiwa

Buntut Insiden di Asrama Mahasiswa Papua, 5 Anggota TNI Kena Skorsing

Asrama mahasiswa Papua yang ada di Jl Kalasan Surabaya

Surabaya, (beritajatim.com) – Kodam V/Brawijaya menjatuhkan skors kepada lima anggota Koramil 0831/02 Tambaksari, Surabaya. Mereka diduga terlibat dalam insiden di Asrama Mahasiswa Papua pekan lalu.

Kapendam V/Brawijaya, Letkol Imam Haryadi mengungkapkan, lima anggota Koramil itu dibebastugaskan sementara sejak 20 Agustus 2019.

“Semua bebas tugas selama proses penyelidikan atas dugaan ujaran rasis terhadap mahasiswa Papua itu rampung,” jelasnya kepada beritajatim.com, Minggu (25/8/2019).

Kapendam memaparkan, berkas penyelidikan kelima personil yang ada di Asrama Papua sudah dinyatakan selesai. Usai berkas penyelidikan rampung, berkas itu dilanjukan ke Polisi Militer Kodam V/Brawijaya (Pomdam V/Brawijaya).

Salah satu prajurit yang turut diskors itu adalah Komandan Koramil 0831/02 Tambaksari, Mayor Inf N H Irianto. “Dalam rangka mempermudah penyidikan beberapa orang tersebut kami skorsing,” katanya.

Imam mengungkapkan, mereka dibebastugaskan, sejak 20 Agustus 2019 atau empat hari setelah terjadi insiden di Asrama Mahasiswa Papua yang belakangan memicu konflik lebih besar di ujung timur Indonesia itu. “Empat hari penyelidikan fix, kemudian kami skorsing untuk penyelidikan,” tambahnya.

Imam mengatakan, upaya skorisng itu dimaksudkan agar proses pengusutan dan pengungkapan kasus dugaan ujaran rasial berjalan efektif. “Dan itu dalam rangka untuk mempermudah penyidikan. Artinya agar konsentrasi penyelidikan bisa lebih optimal,” katanya.

Letkol Imam menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak penyidik Pomdam Kodam V/Brawijaya maupun pihak pengadilan militer untuk dugaan kasus ke lima bawahannya.

“Nanti kami akan koordinasi pada pihak penyidik. Melengkapi berkas sidang itu perlu waktu lama juga. Nanti begitu sudah cukup maka kami limpahkan ke persidangan,” pungkasnya. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar