Peristiwa

Bu Ipong Dorong Kembangkan Kuliner Lokal

Kerua TP PKK Ponorogo Sri Wahyuni Muchlissoni didampingi ibu-ibu PKK Desa Lengkong Sukorejo dalam membuat kue cucur

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo kaya akan kuliner, baik itu makanan maupun minumannya. Bahkan tak jarang kuliner tersebut melegenda dan menjadi ikon dari tempat asalnya.

Sebut saja Sate ayam Ponorogo, sate ayam Setono, dawet Jabung, gethuk Golan, garam asem Ngasinan. Dan tak terkecuali dengan kue cucur Lengkong. Kudapan berbahan tepung beras itu sudah sejak lama dibuat dan dijual di berbagai tempat.

Ketua TP PKK Sri Wahyuni Muchlissoni mendorong agar kudapan lezat itu dapat dikembangkan ibu-ibu PKK setempat. Karena makanan yang sudah melegenda di Desa Lengkong ini pasti diburu oleh pecinta kuliner. Selain dengan strategi pemasaran yang baik. Bukan tidak mungkin kue cucur Lengkong ini juga terkenal sampai luar Ponorogo.

‘’Kudapan kue cucur ini sangat cocok disandingkan dengan teh atau kopi,” katanya saat berkunjung di bazar BUMDes Lengkong Sejahtera, Senin (18/3/2019).

Dia pun mengapresiasi ibu-ibu PKK desa Lengkong Kecamatan Sukorejo yang sudah cukup lama membuat dan menjual kue cucur. Diakuinya, rasa kue cucur begitu nikmat di mulut. Dimakan terasa lembut, manis dan enak.

”Kami harap, semakin banyak ibu-ibu di Lengkong yang bisa membuat kue ini,’’ katanya.

Wahyuni juga menekankan pentingnya ibu-ibu PKK Lengkong untuk menjaga kualitas kue cucur yang dibuat. Dia meminta supaya ibu-ibu setempat tidak mengorbankan bahan baku demi keuntungan semata. Pewarna salah satunya. Harus pewarna makanan. Tidak boleh menggunakan pewarna non makanan, apalagi tekstil.

‘’Ini penting karena demi kesehatan kita bersama. Untuk makanan ya harus menggunakan pewarna makanan,” pungkasnya.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar