Peristiwa

BMKG Pasang Alat Pendeteksi Gempa di Gedangan Malang Selatan

Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang satu alat pemantau gempa bumi di dekat kawasan Pantai di Kabupaten Malang. Tujuannya, agar peringatan dini tsunami disisi Malang bagian selatan iniĀ  bisa tercatat apabila benar-benar terjadi.

BMKG sendiri sempat menyebut bencana alam gempa bumi dan gelombang tsunami skala besar berpotensi besar terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini tak bisa dihindarkan. Yang bisa dilakukan masyarakat kini adalah bersiap dan belajar mitigasi bencana.

“Belajar dari tsunami aceh yang berawal dari gempa, BMKG memang kini memang menerapkan Indonesia Tsunami Early Warning System atau Inatews, nama alatnya yang disiniĀ  senso seismograph Gedangan Jawa Indonesia (GEJI),” ungkap Muhamad Sadly, Deputi Bidang Geofisika BMKG Pusat, Senin (20/1/2020).

Inatews sendiri ada dan dibangun sejak 2008. Indonesia belajar dan disupport oleh China, Jepang hingga Amerika. “Alat ini bisa melaporkan 2 sampai 3 menit saja, dan secara real time,” papar pejabat yang dulu menjabat sebagai Peneliti Utama Bidang Aplikasi Penginderaan Jauh BPPT itu.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi yang ikut hadir menyebut alat ini bermanfaat. “Dengan ada alat ini secara dini kita bisa mengetahui gejala yang akan terjadi khususnya di Kabupaten Malang,” urainya.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung dan (Dandim) 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf. Ferry Muzzawad beserta jajaran OPD lain macam BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang turut hadir.

Sanusi berpesan agar seluruh instansi dan stake holder, untuk bahu membahu terkait mitigasi bencana di Kabupaten Malang bila bencana terjadi. Untuk antisipasi, alat peringatan dini yang bisa memberitahukan ancaman bencana secara realtime juga akan dipasang di kantor BPBD dan kantor Bupati Malang. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar