Peristiwa

Besok, Kapolres Gresik Beri Pembinaan di Sekolah Siswa yang Menghebohkan

Gresik (beritajatim.com)– Jika tidak ada kendala, Senin (11/2/2019) pagi, Kapolres Gresik akan memberikan pembinaan di sekolah siswa yang menghebohkan (SMP PGRI) Wringinanom, Gresik. Itu terkait dengan pelecehan siswa di hadapan gurunya.

Selain memberikan pembinaan. Orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resort (Polres) Gresik itu juga bertindak sebagai inspektur upacara bendera.

“Kegiatan seperti ini setiap Senin sudah kami lakukan. Hanya saja, kejadian video viral yang terjadi di salah satu SMP swasta Wringinanom sedang mencuat. Kami akan masuk ke lingkungan sekolah memberi semacam pembinaan,” ujar AKBP Wahyu Sri Bintoro, Minggu (10/2/2019).

Pasca kejadian ini mencuat, dirinya sudah mendapat laporan dari Polsek Wringinanom, dan sudah ada kesepakatan antara korban dengan terlapor. Dalam hal ini, siswa AA berusia 15 tahun, korban Nur Khalim gurunya, sudah ikhlas dan memaafkan siswanya. “Hal ini dilakukan karena siswa masih di bawah umur, dan dalam waktu dekat akan menempuh ujian nasional,” tutur Wahyu.

Ia menambahkan, kasus pelecehan siswa terhadap gurunya mulai viral sejak kemarin. Padahal, kejadian tersebut terjadi seminggu yang lalu. Tepatnya, pada 2 Februari 2019. Munculnya kejadian itu, membuat Polsek Wringinanom melakukan penyelidikan dan langsung meminta keterangan terhadap AA beserta orang tuanya, dan guru yang dilecehkan.

“Sudah ada kesepakatan dan perdamaian antara guru dan terlapor yang dimediasi Polsek Wringinanom. Kasus ini tidak akan diperpanjang permasalahannya,” paparnya.

Disamping mediasi polisi, lanjut dia, kasus ini juga dimediasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jatim, Kepala Sekolah SMP PGRI Wringinanom dan tokoh masyarakat.

“Kami berharap kasus ini jangan sampai terulang di dunia pendidikan. Kepolisian berupaya membina kaum millenial menjadi generasi emas di masa mendatang,” pungkas. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar