Peristiwa

BEM dari 13 Universitas di Surabaya Penuhi Kantor DPRD Jatim

Peserta demo saat ditemui oleh Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, di depan gerbang DPRD Provinsi Jatim, Rabu (26/9/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa Tampak memenuhi area pintu gerbang kantor DPRD Jawa Timur, Rabu (25/9/2019). Massa yang terus bertambah ini mulai menyuarakan aspirasi akan desakan penolakan RUU KUHP, RUU KPK dan menuntut aksi pemerintah RI akan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan maupun Sumatera.

Fernanda Kurniawan, Juru Bicara BEM Universitas Negeri Surabaya menjelaskan, aspirasi satu komando ini merupakan langkan dari kesepakatan bersama BEM universitas di Indonesia. “Kita di Surabaya turun dari BEM di 13 universitas baik itu PTN maupun PTS di Surabaya. Tuntutan kita sama yakni mendesak adanya revisi UU KUHP, RUU KPK yang melemahkan kewenangan KPK dan Karhutla,” jelasnya.

Sementara segala tuntutan ini akan mereka serukan sampai Kamis (26/9/2019) yang akan mendatangkan massa lebih besar lagi. Bahkan pihak kepolisian sudah melakukan strategi pengamanan untuk mengantisipasi membludaknya peserta demo.

Menurut pengamatan beritajatim.com di kantor dewan, para peserta demo sudah ditemui oleh Ketua DPRD Jatim, Kusnadi. Menurut Kusnadi, pihaknya akan melakukan penyampaian aspirasi perwakilan BEM di Surabaya ini ke DPR RI. Bahkan guna meyakinkan para pemuda yang menggebu-gebu akan penolakan revisi RUU KPK dan RUU KUHP ini pihak DPRD Provinsi Jatim akan menyebarkan ke sosial media hasil penyampaian aspirasi ke DPR RI.

“Kita terima semua tuntutan dan menerima semua hasil suara BEM ini. Kita akan sampaikan ke sosial media dan media jika kita sudah menyampaikan aspirasinya,” katanya saat menemui massa di depan gerbang DPRD Provinsi Jatim.

Meski aspirasi sudah diterima aspirasinya, para mahasiswa tidak juga melakukan pembubaran massa. Bahkan suara mereka tetap lantang dengan pengeras suara meski terdengar suara azan duhur.(man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar