Peristiwa

Begini Kronologis Keracunan yang Dialami Santriwati Salah Satu Ponpes di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Keracunan yang dialami ratusan santriwati Ponpes Darul Fikri Desa Bringin Kecamatan Kauman Ponorogo diduga dari bahan makanan yang dimakan.

Marlan, salah satu ustadz di Ponpes tersebut mengungkapkan awalnya selepas salat isya ada 20 anak yang mengeluhkan gatal-gatal, pusing dan mual. Kemudian mereka dilarikan ke Puskesmas Ngrandu di Desa Ngrandu Kecamatan Kauman untuk dilakukan pertolongan medis.

”Belum selesai penanganan, santriwati yang di pondok mengeluhkan hal yang sama. Akhirnya sebanyak 22 santriwati di bawa ke Puskesmas Kauman,” kata pria yang juga merupakan kepala MA Darul Fikri tersebut.

Semakin malam sekitar pukul 23.00 masih banyak santriwati yang mengeluhkan sakit, akhirnya pihak pondok membawanya ke RSUD dr. Harjono. Disana malam itu, dari 65 satriwati, sebanyak 25 orang harus menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan.

”Karena RSUD over load, 14 santriwati sisanya kami bawa ke RSU Aisyiyah,” katanya.

Menu makan malam para santriwati itu, kata Marlan adalah nasi dengan lauk tongkol goreng dan sambal. Dari konfirmasi pihak dapur, diduga keracunannya dari ikan tongkolnya. Karena saat akan dimasak berwarna agak kehitaman. Dia menyebut jika tragedi keracunan massal ini baru terjadi pertama kali di pondoknya.

”Tentu pihak yayasan nantinya akan mengevaluasi mekanisme makanan yang dimasak di dapur. Supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya ratusan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fikri mengalami keracunan usai makan malam dengan lauk ikan tongkol. Santri dari Ponpes yang beralamat di Desa Bringin Kecamatan Kauman ini, selain di rawat di Puskesmas Ngrandu dan Puskesmas Kauman, para santriwati tersebut juga dirawat di rumah sakit yang berada di Ponorogo, salah satunya RSUD dr. Harjono.

”Dari tadi malam ada 65 pasien yang ke RSUD. Sebanyak 40 pasien menjalani rawat jalan dan yang 25 rawat inap,” kata Direktur RSUD dr. Harjono dr. Made Jeren, Sp. THT, Senin (18/11/2019).

Made mengungkapkan jika kondisi santriwati yang menjalani rawat inap ini relatif stabil. Meski masih ada yang mengeluh pusing fan mual, walau tidak sampai muntah. Ada 1 pasien yang sesak napas karena yang bersangkutan mempunyai riwayat asma.

”2 dari 25 santriwati yang menjalani rawat inap hari ini sudah boleh pulang. Kalau keadaannya hari stabil besok mereka boleh pulang,” katanya.

Made menyebut jika puluhan santriwati ini keracunan dalam kategori ringan. Harus dicek lebih jauh penyebabnya. Namun karena kasus santriwati satu dan dengan lainnya sama, keluhan juga sama tentu itu makanan yang mereka  makan.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar