Peristiwa

Bayi Dibuang di Kuburan Saat Hujan Deras Akhirnya Wafat

Sumenep (beritajatim.com) – Bayi laki-laki yang dibuang di areal kuburan di Desa Palasa, Pulau Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, akhirnya meninggal.

“Bayi itu ketika ditemukan kondisinya tidak sehat. Karena itu, langsung dirawat di Puskemas Talango. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, bayi itu dirujuk ke rumah sakit daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Namun sayang, nyawa bayi itu tidak tertolong,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Moh. Heri, Kamis (07/03/2019).

Sebelumnya, warga Desa Palasa, Pulau Poteran, Kecamatan Talango, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di areal pemakaman desa setempat pada Rabu (06/03/2019).

Bayi itu pertama kali ditemukan
Bu Rahmi (54), warga setempat, saat pulang belanja dari pasar Bille. Saat melintasi pemakaman, lamat-lamat Bu Rahmi mendengar ada suara tangisan bayi. Setelah didekati, ternyata benar ada sesosok bayi laki-laki yang sedang menangis, terbungkus jarik. Saat itu areal pemakaman tengah diguyur hujan deras.

Bayi yang dibuang di kuburan itu lahir dengan kondisi fisik tidak sempurna. Kaki kanan cacat, dan kaki kiri tidak normal.

“Menurut keterangan bidan di Puskesmas Talango, bayi itu lahir ketika kandungan ibunya baru berumur 6 bulan. Karena itu, kondisi bayi ini sangat lemah,” ujar Heri.

Sementara SF (37), warga Desa Essang, Kecamatan Talango, yang diketahui merupakan ibu kandung bayi, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“SF menjalani pemeriksaan di unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Sumenep. Dia kami tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Heri.

Menurut pengakuan SF, sebelum dibuang di kuburan, bayinya itu sempat disembunyikan di sebuah rumah kosong di sebelah rumahnya. Sebelum akhirnya SF membawa bayi itu dengan mengendarai sepeda motor sendirian.

“Dia tidak punya tujuan mau dibawa kemana bayinya itu. Akhirnya sampai di pemakaman di Desa Palasa, SF meletakkan bayinya di makam dan meninggalkannya sendirian,” terang Heri. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar