Peristiwa

Bayi 5 Bulan di Tawun Ngawi Meninggal Dianiaya Ayahnya Sendiri

Prosesi pemakaman Putri (nama samaran), bayi umur 5 bulan yang meninggal dianiaya ayah kandungnya.(foto : Istimewa)


Ngawi (beritajatim.com)
– Nasib naas harus diterima oleh Putri (nama samaran) bayi yang baru berusia 5 bulan itu harus meregang nyawa ditangan ayahnya sendiri, M. Juniarto (31). Korban meninggal diduga setelah dianiaya oleh ayahnya sendiri yang merupakan warga Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi.

”Diduga korban rewel dan menangis beberapa kali. Membuat Juniarto jengkel dan geram. Pelaku langsung melayangkan beberapa pukulan ke korban,” kata Kapolres Ngawi, AKBP. Pranatal Hutajulu, Selasa (5/11/2019).

Dalam pemeriksaan, kata Natal sapaan Pranatal Hutajulu, pelaku mengakui bahwa dia yang melakukan penganiayaan. Dia menganiaya korban menggunakan tangan kosong.

Pelaku tega melakukan penganiayaan terhadap darah dagingnya sendiri itu, dipicu oleh permasalahan rumah tangga pelaku dengan istrinya, Dwi Rahayu. Sehingga membuat pelaku gelap mata melampiaskan amarah terhadap korban.

”Kasus ini masih kami dalami, termasuk memeriksa sang istri Dwi Rahayu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 351 ayat 3 KUHP, UU KDRT, serta UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar