Peristiwa

Basarnas Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Tim Basarnas Surabaya dengan menggunakan KM Widura 225, kembali melanjutkan pencarian terhadap satu nelayan hilang di Perairan Sumenep.

“Kemarin pencarian sempat dihentikan karena dihadang cuaca buruk. Ombak besar dan angin kencang. Karena itu, tadi malam kapal sandar di Pelabuhan Kalianget,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riyadi, Jumat (25/01/2019).

Ia menjelaskan, tim Basarnas melakukan penyisiran di sekitar Pulau Gili Labak ke arah timur. Namun, saat memasuki Laut Jawa, Kapal Negara SAR 225 Widura diterjang ombak hingga air masuk ke dalam kapal.

“Karena itu, tadi malam pencarian dihentikan. Setelah cuaca membaik, pencarian terhadap satu korban hilang dilanjutkan kembali sejak Jumat pagi,” terangnya.

Dua nelayan asal Desa Gedugan, Kecamatan/ Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep, yakni Buhasim (58), dan P. Dihasan (56), dikabarkan hilang di perairan sebelah Tenggara Desa setempat.

Dua nelayan itu berangkat memancing ikan dari Pelabuhan Dusun Lombi, Desa Gedugan, pada Selasa (22/01/2019). Berdasarkan informasi masyarakat, Buhasim sempat menghubungi anaknya yang berada di Jakarta, menyampaikan bahwa perahu miliknya bocor dan tenggelam.

Setelah itu, Buhasim mengaku sudah ditolong oleh Pak Dihasan dengan menumpang perahunya. Posisi terakhir mereka di sebelah timur Pulau Gililabak. Tetapi sesaat kemudian, mereka berdua sudah hilang kontak.

Satu dari dua nelayan asal Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep ditemukan selamat di Perairan Raas, ditolong oleh nelayan yang kebetulan melintas.

Korban selamat adalah P. Dihasan (56), warga Desa Gedugan, Kecamatan/ Pulau Giligenting. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian adalah Buhasim (58), juga warga Desa Gedugan. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar