Peristiwa

Baru, RSJ Lawang Ajukan Akreditasi Internasional

Direktur Utama RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Dr Siti Khalimah SpKJ MARS memberikan kalungan bunga

Malang (beritajatim.com) – Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang menjadi satu-satunya rumah sakit jiwa yang berani mengajukan akreditasi internasional atau bintang enam.

Direktur Utama RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Dr Siti Khalimah SpKJ MARS, menjelaskan bahwa ada dua kategori akreditasi internasional untuk rumah sakit.

Pertama, akreditasi internasional dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Kemudian kedua, akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI).

“KARS itu punyanya kita, pemerintah Indonesia. Sama satu lagi, internasionalnya JCI. JCI itu penilaiannya dari luar negeri, nah itu kalau rumah sakit besar sudah JCI. Tapi kalau kita internasionalnya internasional KARS. Nah itu, rumah sakit jiwa baru kita yang berani maju,” kata Siti Khalimah, Selasa (14/1/2019).

Meski masih harus menunggu, pihak RSJ Lawang cukup optimis mampu mendapatkan akreditasi internasional. Setidaknya, dengan akreditasi internasional tersebut, dapat memacu RSJ Lawang untuk memberikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien lebih tinggi lagi.

“Dengan kita menjadi internasional, artinya komitmen kita untuk peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien itu sangat tinggi. Kita sangat berkomitmen, hanya itu saja,” terang Siti.

Menurut Siti, tantangan terbesar untuk mencapai tujuan akreditasi internasional tersebut lebih kepada menyatukan tekad setiap elemen yang ada di RSJ Lawang.

Tantangan terberatnya, tambah Siti, bagaimana men-sinkronkan seluruh elemen komponen. Karena seluruh komponen di rumah sakit ini harus bergerak serempak.

“Tantangannya adalah bagaimana kita bisa bekerjasama, sinkronisasi bersama supaya kita mencapai tujuan yang sama. Saya rasa itu yang terberat bagi saya, dimana harus mengajak 800 orang di rumah sakit ini untuk memahami, kenapa sih kita harus akreditasi internasional,” pungkasnya. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar