Peristiwa

Banyak Lahan Serapan Beralihfungsi, Banjir Kepung Wilayah Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Banjir mengepung beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Air luapan sungai tersebut menggenangi persawahan, jalan, sekolah, fasilitas umum maupun perumahan warga. Banjir sedikitnya menggenangi tujuh kecamatan.

Menurut Plt Kepala Pelaksana Badang Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia, banjir luapan sungai terjadi lantaran lahan serapan air mulai banyak beralihfungsi menjadi pemukiman. Sehingga, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi air akan meluber.

“Banyak lahan serapan di wilayah kota maupun perbukitan beralihfungsi. Sehingga air tidak bisa diserap tanah secara maksimal,” ujarnya, Rabu (6/3/2019).

Beberapa lahan serapan yang sekarang banyak beralihfungsi diantaranya, di Jalan Veteran, Jalan Basuki Rahmad, Buyut Dalem, Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro dan Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Sementara, di Kecamatan Gondang, lanjut Nadif, perbukitan mulai banyak dialihfungsikan sebagai lahan produktif.

“Akar tanaman produktif ini tidak memiliki karakter akar yang kuat dan tidak bisa menyerap air. Sehingga selain rawan banjir bandang juga tanah longsor,” terangnya.

Selain minimnya lahan serapan air dan perbukitan yang minim hutan, banjir luapan terjadi juga faktor pendangkalan sungai. Sedimen sungai mulai menumpuk sehingga air meluber. Meski tidak ada kerusakan yang signifikan akibat banjir luapan tersebut. Namun, bisa menghambat perekonomian warga.

Sekadar diketahui, tujuh kecamatan yang terdampak banjir luapan sungai diantaranya,Kecamatan Kapas di Desa Wedi, Sembung dan Kalianyar, Kecamatan Sukosewu di Desa Jumput, Kecamatan Bojonegoro di Desa Pacul dan Sukorejo, Kecamatan Dander, di Desa Sumberarum dan Ngumpakdalem, Kecamatan Kalitidu, Desa Ngujo, Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Temayang di Desa Kedungsumber. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar