Peristiwa

Banjir Menerjang, Petani Terancam Gagal Panen

Banjir yang menerjang lahan pertanian

Ponorogo (beritajatim.com) – Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga merendam puluhan hektare lahan pertaniansi di kelurahan Paju. Tanaman padi yang beberapa minggu kedepan sudah memasuki masa panen. Dipastikan mati karena terendam banjir sejak Rabu (6/3/2019) hingga Kamis (7/3/2019) lalu.

”Selain padi ada juga tanaman melon warga yang gagal panen karena banjir,” kata Moh Arifin, Ketua Poktan Mugi Mulia Kelurahan Paju, Minggu (10/3/2019).

Total 60 hektare lahan pertanian di Kelurahan Paju seluruhnya terendam air bah. Ada dua poktan yang menggarap puluhan hektare lahan pertanian tersebut. Khusus Poktan Mugi Mulia, total 11 hektare terendam seluruhnya.

Arifin mengungkapkan hitung-hitungan kerugian materiil yang dirasakan. Minimal, dari sepetak sawah, bisa merugi hingga Rp 5 juta. Jika dikalkulasikan sejumlah 11 hektare, sedikitnya rugi Rp 55 juta dirasakan para petani Poktan Mugi Mulia.

”Kami harap ada perhatian dari pemerintah. Sebab bukan hanya sawah kami yang diterjang banjir, rumah kami juga,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar