Peristiwa

Bencana Alam Terjadi di 9 Kecamatan

Banjir, Longsor, Pohon Tumbang Landa Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (19/1/2019) kemarin, menyebabkan sembilan kecamatan di Kabupaten Mojokerto dilanda bencana alam. Mulai banjir, longsor maupun pohon tumbang.

Sembilan kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pungging, Kecamatan Bangsal, Kecamatan Kutorejo, Kecamatan Gondang, Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas, Kecamatan Dlanggu dan Kecamatan Mojoanyar.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan jika, di Kecamatan Ngoro terjadi di Desa Wotanmasjedong, Purwojati dan Jasem. Selain air masuk rumah dengan kedalaman 20 cm di Desa Purwojati, banjir juga merendam jalan dan menutup akses jalan.

Di Kecamatan Trawas, terjadi longsoran di Desa Seloliman. Akses jalan penghubung Dusun Biting ke Dusun Balekambang, Desa Seloliman tertutup oleh longsoran sepanjang kurang lebih 100 meter. Materia longsoran berupa lumpur, batu besar dan kayu.

Di Kecamatan Pacet, air bah menyapu Desa Kembangbelor sehingga berimbas ke desa yang ada dibawahnya yakni Desa Kenongo. Selain merendam beberapa rumah, banjir juga sempat masuk RS Sumberglagah. Di Kecamatan Pungging, Desa Tunggalpager terjadi pohon tumbang.

Di Kecamatan Kutorejo, ada tiga Desa yang terdampak banjir yakni di Desa Gedangan Kertosari dan Jiyu. Beberapa rumah mengalami kerusakan, baik berat, sedang hingga hilang. Di Kecamatan Bangsal, banjir merendam sekitar 100 rumah warga di Desa Kauman.

Di Kecamatan Mojoanyar, banjir terjadi di Desa Wunut, Sadar Tengah dan Jumeneng. Selain itu Kecamatan Gondang di Desa Padi dan Kecamatan Dlanggu juga terjadi banjir. Bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto mulai disalurkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, meski terjadi bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, namun tidak ada korban jiwa. “Kerusakan rumah, hewan ternak dan kendaraan saja,” ungkapnya, Sabtu (19/1/2019).

Masih kata Zaini, akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan tanah gembur dan terjadi banjir disertai lumpur dan batu. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan penangganan di sejumlah lokasi banjir.

Seperti di Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo. Alat berat didatangkan untuk mengangkut potongan pohon yang menyumbat aliran sungai tepat dibawah jembatan. Sementara sejumlah personil TNI/Polri bersama potensi relawan membantu warga membersikan rumah dari lumpur. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar