Peristiwa

Banjir Bandang Terjang Empat Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro mengakibatkan sedikitnya empat kecamatan terdampak. Akibat luapan air bandang tersebut, sejumlah fasilitas umum, rumah warga dan areal persawahan terendam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nadif Ulfia mengatakan, hujan deras yang mengguyur tadi malam mengakibatkan Sungai Pacal dan Kali Ganggang meluber. Air mengalir deras. Menerobos rumah warga, jalan dan menggenangi persawahan.

Air berwarna kecoklatan membawa sampah rumah tangga, rumpun bambu dan daun-daun kering. Sampah yang turut mengalir bersama banjir bandang juga menyumbat aliran sungai. Seperti yang terjadi di sungai Desa Klepek. Satu rumpun bambu yang terseret menyangkut di kaki-kaki jembatan.

Sejumlah warga di Desa Klepek dan Desa Sukosewu akhirnya harus melakukan kerja bakti membersihkan rumpun bambu yang roboh dan mengenai kaki jembatan Klepek – Sukosewu tersebut.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Sukosewu, ada dua desa yang terdampak. Desa Duyungan banjir menggenangi areal persawahan. Irigasi yang meluap juga menggenangi halaman rumah warga dan pekarangan.

Sementara di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu RT 10 RW 02 air mulai datang sekitar pukul 24.00 WIB. Akibatnya, jalan desa sepanjang 100 meter terendam dengan ketinggian 10- 60 cm. Selain itu, sekitar 10 hektare lahan persawahan juga terendam.

“Banjir yang ada di Desa Jemput ini merupakan luapan dari Sungai Kali Gak,” ujar Nadif, Jumat (18/1/2019).

Sementara banjir yang terjadi di Sukosewu mulai surut namun air kemudian mengalir ke Kecamatan Balen. Air juga meluap menggenangi pekarangan sekitar pemukiman warga sejumlah 15 KK dan areal persawahan Kecamatan Balen yakni afvoer Desa Ngadiluhur.

Sedangkan di Kecamatan Kanor, banjir bandang terjadi di Desa Simbatan. Akibatnya, satu titik tanggul jebol dengan panjang empat meter yang berdampak pada persawahan diwilayah Desa Simbatan, Pesen dan Palembon tergenang.

“Luas areal persawahan yang tergenang sedang ditanami padi seluas 20 hektar dengan usia sekitar dua minggu,” ungkapnya.

Banjir lebih parah terjadi di Kecamatan Sumberejo. Di Desa Bogangin ada tiga titik tanggul jebol. Tanggul yang jebol dengan panjang sekitar lima meter. Dan berdampak pada Persawahan seluas 50 Hektare lahan persawahan dengan usia padi antara dua minggu tergenang.

Selain itu, banjir yang terjadi di Desa Bogangin juga merendam Jljalan poros desa sepanjang kurang lebih  100 meter dengan ketinggian bervariasai mulai antara 10-20

Sedangkan rumah warga yang terdampak berada di RT 1, 2, 3 RW 1. Yakni, rumah milik Mbah Banirah (75) dengan ketinggian antara 15 cm menggenangi dapur. Rumah milik Surawi (65) terendam dengan ketinggian air sekitar 15cm (ruang tengah serta dapur) dan beberapa dapur warga dengan rata-rata ketinggian mencapai 10-20 cm.

Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Kepohbaru juga menggenangi jalan umum, fasilitas umum sekolah dan areal persawahan. Di Dusun Kapal, Desa Bumirejo, banjir luapan terjadi di Jalan Poros Kecamatan sepanjang 1,5 Km dengan ketinggian 20-40 cm.

Di Bumirejo banjir terjadi di RT 1 RW 1, meluap di pekarangan rumah dengan ketinggian bervariasi mulai  20 – 50 cm. Fasilitas umum yakni halaman belakang MI Dusun Kapal tergenang air dengan ketinggian kurang lebih 15cm. Sementara itu jalan lingkungan sepanjang 100 m -150 m  terendam dengan ketinggian air 20-50 cm.

Di RT 3, 4 RW 1 dan RT 7 RW 4, banjir menggenangi persawahan dengan ketinggian antara 20-50 centimeter. Sawahan tersebut sebagian besar juga sudah ditanami padi berusia antara 2 minggu hingga 1 bulan. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar