Peristiwa

Awas! Sejumlah Sungai di Kabupaten Mojokerto Meluap

Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan dengan itensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai dj wilayah Kabupaten Mojokerto meluap. Akibanya, beberapa wilayah terendam banjir dan menyebabkan pohon tumbang, longsor serta kerusakan rumah milik warga.

Data yang berhasil dihimpun beritajatim.com menyebutkan, beberapa sungai di sejumlah kecamatan terjadi peningkatan debit air. Akibatnya meluap hingga merendam rumah dan menghanyutkan ternak milik warga.

Seperti di Kecamatan Ngoro ada dua desa yang terendam banjir yakni Desa Purwojati dan Desa Jasem. Kecamatan Pungging juga dua desa yakni Desa Tunggal Pager dan Desa Jabon Tegal. Kecamatan Pacet terjadi di Desa Warugunung.

Kemudian Kecamatan Bangsal di Desa Bangsal dan Desa Sidomulyo. Ada tiga desa di Kecamatan Mojoanyar yang terendam banjir yakni Desa Ngarjo, Desa Sadar Tengah dan Desa Wunut. Kecamatan Gondang yakni Desa Wonoploso dan Kecamatan Dawar Blandong di Desa Banyulegi.

Hujan deras tersebut juga menyebabkan tanah longsor hingga menutup akses jalan di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro dan Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Banjir disertai lumpur dan batu juga terjadi di sejumlah tempat.

Kecamatan Pacet di Desa Wiyu dan Desa Tanjung Kenongo, air sempat masuk RS Sumber Glagah dan Kecamatan Kutorejo terjadi di Desa Kertosari, Desa Payungrejo dan Desa Gedangan. Sedangkan pohon tumbang terjadi di Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging serta Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari.

Dari sejumlah lokasi tersebut, kerugian yang ditimbulkan beberala rumah warga mengalami kerusakan mulai ringan dn berat. Fasilitas umum rusak, jalan dan Jembatan putus, hewan ternak hilang, kendaraan terseret arus serta area pertanian tergenang banjir.

Sejak Jumat (18/1/2019) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dibantu Potensi Relawan, TAGANA, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI/Polri dan warga berada di sejumlah lokasi untuk melakukan penangganan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini membenarkan bahwa beberapa lokasi di wilayahnya terjadi bencana. “Karena titiknya banyak sehingga dari semalam, kami berbagi tugas,” ungkapnya, Sabtu (19/1/2019). [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar