Peristiwa

Asmara Diduga Jadi Motif Pembunuhan Pensiunan Unej

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di lokasi kejadian

Jember (beritajatim.com) – Motif di balik kematian Dardak Priyanto (58), pensiunan pegawai negeri Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (25/4/2019), masih diselidiki polisi. Namun ada petunjuk awal terkait motif tersebut.

“Informasi dari istri korban, korban dan tersangka adalah kawan. Motif diduga asmara,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo. Polisi saat ini tengah mengejar tersangka berinisial B.

Menurut Kusworo, saat itu B bertamu ke rumah Dardak. “Mereka saling kenal. Beberapa minggu sebelumnya, dia (B) sempat menginap selama tiga hari. Korban tidak ada kecurigaan terhadap tersangka, karena dikira bertamu biasa. Perkelahian sempat disaksikan istri korban,” katanya.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com, sekitar pukul enam pagi, terjadi keributan di rumah Dardak di Jalan Srikoyo Nomor 73, Lingkungan Patrang Tengah, Kecamatan Patrang. Diah Suparwati, istri Dadak, terbangun begitu mendengar ada keributan di dalam rumahnya.

Keluar kamar, Diah melihat Dardak terkapar berlumur darah, sementara B memegang pisau. Diah pun berlari keluar mencari pertolongan. Sementara B keluar melalui pintu depan.

Dardak meninggal dunia dengan luka tusuk pada bagian dada. Polisi menemukan gagang pisau tanpa mata pisau dekat tubuh Dardak, dan ponsel Samsung di bawah tubuhnya. Menurut Kusworo, saat itu B bertamu ke rumah Dardak. “Mereka saling kenal. Beberapa minggu sebelumnya, dia (B) sempat menginap selama tiga hari. Korban tidak ada kecurigaan terhadap tersangka, karena dikira bertamu biasa. Perkelahian sempat disaksikan istri korban,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar