Peristiwa

Asal Mula Tradisi Halal Bihalal Digagas Kiai dari Jombang

KH Salahuddin Wahid (kanan) saat mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pertemuan dengan ulama se-Jatim

Jombang (beritajatim.com) – Halal bihalal menjadi tradisi yang terus lestari. Tradisi ini dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Yakni, berkumpul, saling bersalaman untuk menghapus salah dan kekhilafan.

Lantas bagaimana asal muasal tradisi tersebut? Pengasuh pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah mengungkapkan tradisi yang hanya ada di Indonesia itu. Menurut Gus Sholah, orang yang pertama kali menggagas halal bihalal adalah KH Wahab Chasbullah dari pesantren Tambakberas Jombang.

“Jadi halal bihalal itu murni karya bangsa Indonesia. Halal bihalal itu bahasa arab yang diindonesiakan. Yang mencetuskan pertama kali adalah almarhum KH Wahab Chasbullah dari Tambakberas,” ujar Gus Sholah saat memberikan sambutan di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan ulama se-Jawa Timur di aula KH Yusuf Hasyim pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (20/6/2019).

Adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menceritakan, semua berawal saat Indonesia dilanda disintegrasi pada 1948. Suhu politik Indonesia memanas. Para elit saling bertengkar. Sudah begitu, juga terjadi pemberontakan seperti DI/TII dan PKI di mana-mana.

Melihat situasi yang karut marut itu, Presiden Sukarno kemudian memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara dan minta masukan guna mengatasi situasi politik yang mendidih itu. “Kemudian Kiai Wahab memberi masukan ke Bung Karno agar mengundang seluruh tokoh politik guna melakukan silaturahmi,” ujar Gus Sholah.

Kepada Bung Karno, lanjut Gus Sholah, Kiai Wahab juga menyarankan agar silaturahmi setelah Idul Fitri tersebut menggunakan istilah halal bihalal. Gayung pun bersambut. Si Bung Besar menuruti masukan dari Kiai asal Jombang tersebut.

“Bung Karno lalu mengundang semua tokoh politik ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi yang menggunakan istilah halal bihalal. Jadi, halal bihalal itu bahasa arab yang diindonesiakan,” kata Gus Sholah menegaskan. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar