Peristiwa

Ancaman Megathrust Mentawai dan Tsunami Warga Tak Perlu Migrasi

Malang (beritajatim.com) – Kepala Badan Nasional Penanggunalangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan memang megathrust Mentawai dan Tsunami menghantui warga Sumatera Barat. Namun, dia meminta masyarakat tenang dan tak melakukan migrasi massal ke luar daerah.

“Tidak perlu dikosongkan (wilayahnya), jika ada gempa harus mencari tempat yang lebih tinggi. Jadi alat untuk pendeteksi dini itu kan tidak semuanya terpasang. Justru peringatan terbaik adalah dari diri kita, makanya pemerintah daerah Mentawai lebih sering melakukan pelatihan ke masyarakat,” kata Doni, Rabu, (1/5/2019).

Doni mengungkapkan, besaran megathrust Mentawai tergantung energi yang dilepaskan oleh patahan lempengan bumi. Jika energi lempengan bumi itu terlepas perlahan, ancaman gempa bumi dan tsunami bisa berkurang.

“Tergantung melihat energinya, kalau ada yang lepas sedikit-sedikit energinya berkurang kalau belum kan bisa besar energinya tapi sudah ada yang lepas sebagian,” papar Doni.

Doni menyebut, prediksi ancaman megathrust Mentawai dan Tsunami telah melalui kajian oleh para pakar dan ahli. Dia meminta warga selalu siaga menghadapi bencana. Saran dari BNPB saat gempa terjadi segera mencari tempat yang tinggi.

“Misalnya malam hari saat lagi tidur, setiap keluarga harus punya cara untuk bisa memahami, mengetahui. Mungkin cara paling gampang menaruh kaleng di dekat tempat tidur begitu goyang jatuh kan kebangun, begitu kebangun harus tahu kemana lerginya. Kalau bukit jauh ya ke pohon, karena pohon menjadi alat untuk menyelamatkan diri,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar