Peristiwa

AMPHURI Jatim Minta Anggotanya Jaga Kenaikan Biaya Umroh

Surabaya (beritajatim.com) – Ada kabar gembira bagi jamaah umroh yang ingin umroh setiap tahun karena kini pemerintah Saudi Arabia menghapuskan visa progresif untuk jamaah umroh maupun haji yang berulang. Penghapusan visa progresif ini cukup melegakan karena nilai 2.000 riyal atau sekitar Rp 7,6 juta.
Namun saat visa progresif dihapuskan Saudi Arabia juga menerapkan aturan baru yakni  Government Fee sebesar 300 riyal atau setara Rp1,2 juta untuk semua warga dunia yang masuk ke Saudi Arabia seperti untuk kepentingan umroh, haji bahkan bisnis atau wisatanya pun tetap akan dikenakan Goverment Fee.
Adanya Government Fee ini otomatis membuat biaya perjalanan umroh maupun haji bertambah hingga 491 riyal jika dihitung dengan biaya lainnya atau sekitar Rp 2 jutaan. Adanya kenaikan ini jelas membuat para pengusaha travel umroh dan haji menaikkan harga paket mereka. Namun Muhammad Sofyan Arif Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jatim, menghimbau perusahaan travel umroh dihimbau tidak menaikkan harga setinggi-tingginya.
“Bagi teman-teman pengusaha travel jangan dibuat aji mumpung dengan menaikkan harga setinggi-tingginya. Yang wajar saja, ya 300 riyal ditambah biaya lainnya maksimal 491 riyal atau maksimal Rp 2 juta,” ujar Sofyan.

Menurutnya, aturan ini belum terlihat dampaknya bagi bisnis travel umroh. Sebab perjalanan umroh rata-rata masih di awal Oktober. Tetapi Sofyan sekali lagi mengimbau kepada pengusaha travel umroh agar tidak menaikkan harga setinggi-tingginya dengan dalih aturan baru ini.

“Memang ini akan berdampak sebagai biaya tambahan, tetapi calon jamaah umroh di Jatim adalah jamaah yang tidak terpengaruh harga. Totalnya anggota AMPHURI Jatim setuap tahun memberangkatkan jamaah umroh hingga 450 ribu jamaah dari 1 juta jamaah yang berangkat dari anggota AMPHURI,” tandasnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar