Peristiwa

Ambruknya SDN Gentong Pasuruan, Ini Kata Himpunan Aplikator Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), Mochamad Soleh ikut buka suara terkait peristiwa ambruknya bangunan SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dua orang meninggal dunia.

“Itu juga alasan kami mendirikan organisasi HAPI. Ini agar bisa dihindari kejadian seperti di Pasuruan itu. HAPI akan menjadi fasilitator membantu meningkatkan kualitas produk, SDM atau teknik para pemasang, mendorong pemerintah melakukan pengawasan yang ketat, sehingga kejadian di SDN Gentong tidak terjadi lagi,” tegasnya kepada wartawan di Excelso Surabaya, Senin (11/11/2019).

Untuk itu, pihaknya menargetkan HAPI akan terbentuk di 28 daerah seluruh Indonesia dan 10 ribu keanggotaan. “Kami juga akan roadshow ke Kementerian dan stakeholder lainnya. Untuk kasus Gentong, kami akan mengajukan audiensi dengan Polda Jatim untuk mengetahui duduk permasalahan apa yang terjadi,” jelasnya.

Pihaknya ingin mewujudkan tenaga aplikator (tukang pasang konstruksi dan mandor) yang andal dalam mendukung pembangunan Indonesia maju. Demi mewujudkan tenaga aplikator yang andal dan terpercaya, dirinya berinisiatif untuk mendirikan sebuah wadah perkumpulan antar Tenaga Aplikator atau Tenaga Ahli Pembangunan bernama Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI).

“Salah satu fokus dari Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024 adalah pembangunan infrastruktur di berbagai bidang dan prioritas pembangunan sumber daya manusia. Ini merupakan sebuah visi besar yang perlu didukung oleh semua elemen bangsa,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang baik tentunya tidak lepas dari empat hal, yaitu perencanaan, pengawasan, pemilihan produk dan tenaga pembangunan yang baik. Maraknya beberapa musibah yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari empat hal di atas.

HAPI dalam hal ini ingin ikut ambil bagian dalam mencetak tenaga aplikator yang andal dan terpercaya dengan berbagai macam program kegiatan, di antaranya adalah Pelatihan dan Sertifikasi Keahlian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain sebagai organisasi non-profit yang berbasis pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, HAPI juga berperan menjembatani kebutuhan pemilik proyek baik swasta maupun pemerintah daerah atas kebutuhan pencarian tenaga aplikator yang bersertifikat. “HAPI bisa jadi partner kerja di dinas-dinas terkait,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian akhirnya bisa menemukan siapa pihak yang bertanggungjawab dalam insiden ambruknya SDN Gentong, Kota Pasuruan. Ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DM dan SE. DM selaku kontraktor sedangkan SE selaku mandor.

Dua orang ini dianggap lalai dalam pekerjaannya sehingga menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia serta luka-luka. Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, mengungkapkan, DM dan SE diduga sengaja mengurangi kuantitas maupun kualitas material gedung saat merenovasi ruang kelas SDN Gentong, Kota Pasuruan.

“Mereka adalah pelaksana pekerjaan dari SDN Gentong tahun 2012, yang menurut hasil uji laboratorium forensik ada ketidaktaatan atau ketidaklaziman pembangunan sebuah kontruksi gedung,” papar Gidion dalam konferensi pers di depan gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (11/11/2019).

Dua orang meninggal dunia, terdiri dari satu siswa dan seorang guru, serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Peristiwa terjadi pada saat proses belajar mengajar baru saja dimulai. Selasa (5/11/2019), sekitar pukul 08.30 WIB. Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B.

Sebanyak 13 orang menjadi korban, dua diantaranya meninggal dunia. Sisanya mengalami luka berat hingga sedang. Adapun identitas korban yang meninggal dunia, yakni seorang siswi berinisial IA (8) warga Gentong, Kota Pasuruan dan guru pengganti, bernama Silvina Asri (19). (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar