Peristiwa

Aliansi Mahasiswa Kesenian Jember Kecewa Anang Hermansyah

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis Aliansi Mahasiswa Kesenian Jember menggelar aksi menolak Rancangan Undang-Undang Permusikan, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (12/2/2019).

Dalam pernyataan sikap mereka, para mahasiswa menyebut RUU itu memicu kerisauan. Hal ini dikarenakan banyaknya pasal yang tak masuk akal dan dianggap mahasiswa membatasi ruang gerak kesenian. Bahkan RUU itu mengandung represi terjadap pelaku seni. Aliansi menilai ada 19 pasal yang harus dikritisi.

“Kami sangat kecewa terhadap sikap Anang Hermansyah sebagai putra daerah Jember yang turut serta dalam pengusulan RUU Permusikan tersebut,” kata Desta Robby, koordinator aksi, dalam pernyataan resmi Aliansi.

Aliansi menilai tindakan Anang yang juga anggota DPR RI ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di Jember. “Anang mengusulkan RUU Permusikan namun gagal dalam mengangkat dan merawat budaya lokal dan musik lokal Jember,” kata Robby.

Maka Aliansi menolak RUU tersebut. RUU Permusikan dianggap mencederai kemerdekaan seni dan merupakan produk gagal DPR RI. Ini mengingat tidak adanya persoalan urgen terkait permusikam dan masih banyak persoalan yang seharusnya ditangani. Para mahasiswa diterima Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar