Peristiwa

Alami Kecelakaan, Kapolres Mojokerto Kota: Mobil Patroli Pengawal Tahanan Sudah Sesuai SOP

Mojokerto (beritajatim.com)  – Kapolres Mojokerto Kota menegaskan, jika pengawalan yang dilakukan mobil patroli milik Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota saat mengawal tahanan dan mengalami kecelakaan di simpang Kartini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Mobil patroli milik Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota tersebut ditabrak sebuah truk nopol W 8123 UC di simpang empat Jalan Kartini, Kota Mojokerto. Mobil polisi tersebut tenggah bertugas mengawal tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

“Kejadian kecelakaan yang terjadi tadi siang di Jalan Majapahit dan simpang Kartini yang melibatkan patroli pengawalan tahanan Polres Mojokerto Kota dengan sebuah truk,” ungkap Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono.

Dari kronologis dari rekaman CCTV dan keterangan saksi dan semua pihak terkait dalam kecelakaan tersebut, lanjut Kapolresta, sangat jelas. Dari pemeriksaan Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota disimpulkan jika, pengawalan tahanan sudah sesuai SOP.

“Disimpulkan jika pengawalan tahanan yang dilakukan pihak kepolisian Polres Mojokerto Kota dari sudah berjalan dengan sesuai SOP. Kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kelengahan dan ketidak tertiban dari pengemudi truk, dalam konteks ini secara spesifik tidak memahami prioritas hak penggunaan jalan,” katanya.

Kapolresta menjelaskan, dalam Undang-undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 sudah jelas diatur yakni salah satunya adalah petugas yang sedang melaksanakan tugas penegakan hukum. Salah satunya adalah pengawalan tahanan.

“Namun patut disyukuri dalam insiden ini tidak terjadi korban lupa maupun korban jiwa, anggota kami hanya sedikit shock saja. Namun demikian sekarang sudah dalam penangganan Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota,” jelasnya.

Kapolresta menambahkan, jika kejadian tersebut menjadi pembelajaran yang berharga bagi semua masyarakat dan pengguna jalan terutama di Kota Mojokerto yang setiap harinya akan berhadapkan dengan prioritas penggunaan jalan.

“Khususnya pengawalan tahanan setiap hari bahkan pagi, siang dan sore. Terjadi beberapa kali baik dari Kejaksaan mengarah ke pengadilan, mengarah ke Lapas dan lainnya. Oleh karena itu ini menjadi pembelajaran yang berharga, agar masyarakat paham betul,” tuturnya.

Masih kata Kapolresta, karena masih sering dilihat dan menyaksikan saat petugas menyalahkan rotator dan sirine, pengguna jalan masih belum memberikan kesempatan untuk prioritas. Dimana hal tersebut merupakan bagian budaya tertib lalu lintas.

“Budaya bangsa ini dalam memberikan prioritas pengguna jalan, bukan hanya saja kepada kepolisian tapi juga kepada petugas secara umum. Apakah itu ambulance, petugas kesehatan, pemadam kebakaran dan lain sebagainya,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada kesalahan prosedur dalam pengawalan tahanan tersebut. Proses hukum yakni pelanggaran yakni tilang untuk sopir truk dan prosedur sopir mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kapolresta menambahkan, jika ada rotator dan sirine maka pengguna jalan untuk memberikan hak prioritas.

“Lampu hijau akan dikalahkan dengan hak prioritas pengguna jalan. Secara kesadaran menjadi kewajiban seluruh pengguna jalan harus minggir, bukan didekati dan di klakson baru minggir. Ini menjadi prioritas kita juga memastikan ketertiban pembatasan truk ke dalam kota,” urainya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) karena berkaitan dengan izin. Namun dalam konteks tersebut siapapun pengguna jalan wajib memberikan prioritas kepada hak prioritas pengguna jalan karena jika kejadian fatal, maka SIM akan dicabut.

“Di dalam UU Lalu lintas dan Angkutan Jalan ada, jika pelanggan bersifat fatal, menimbulkan fatalitas, kecerobohan atau mengarah kesengajaan maka pencabutan SIM masih ada kemungkinan Dilihat dari sisi sidangnya, apakah dari PN atau hakim menjatuhkan pidana tambahan itu,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar