Peristiwa

Aksi Mogok Angkota Tidak Bikin Warga Jember Panik

Satpol PP membantu angkutan bagi warga saat aksi mogok angkota

Jember (beritajatim.com) – Aksi mogok angkutan kota di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari kedua, Kamis (12/9/2019). Dinas Perhubungan Jember dan Dinas Perhubungan Jawa Timur mengerahkan armada angkutan untuk mengantisipasi ekses mogok terhadap masyarakat.

Hari ini, empat kendaraan roda empat Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja milik Pemkab Jember dikerahkan di jalur Terminal Tawang Alun – Terminal Pakusari dan Tawang Alun – Terminal Arjasa. “Saat jam-jam sibuk pukul enam pagi dioperasikan untuk mengangkut pelajar,” kata Kepala Dishub Jember Hadi Mulyono.

Berdasarkan pantauan Hadi, tidak terjadi kepanikan maupun penumpukan warga pengguna angkutan umum di sejumlah titik. “Saya berkomunikasi juga dengan UPT Terminal Tawang Alun, tidak bawa ekses terlalu besar. Masyarakat masih menggunakan angkutan pribadi atau angkutan lain, termasuk angkutan yang disediakan pemkab,” katanya.

Hadi juga memonitor halte-halte bus. “Sampai hari ini juga belum ada hal-hal yang menimbulkan kesulitan besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Prasarana Perhubungan LLAJ Jember Dishub Jatim Agus Wijaya mengatakan, pihaknya akan mengerahkan dua unit kendaraan bus untuk besok dan Sabtu. “Kami kerahkan untuk angkut anak-anak sekolah di jam-jam sibuk,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, awak angkota dari Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) melakukan aksi mogok karena menuntut penghentian beroperasinya salah satu perusahaan ojek dalam jaringan di Jember. Mereka menilai perusahaan itu tak mematuhi aturan main karena tak memiliki kantor perwakilan di Jember. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar