Peristiwa

Agro Wisata Srikaya di Sumenep: Bisa Petik Buah Langsung di Pohon

Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah produktif penghasil buah srikaya. Ada beberapa kecamatan yang menjadi sentra penghasil buah bermata banyak dan memiliki daging buah warna putih ini. Diantaranya Kecamatan Saronggi dan Bluto.

Potensi tersebut menjadi inspirasi bagi para pegiat wisata yang tergabung dalam ‘Jung Rojung’ WAG Forum Pariwisata Sumenep. Mereka menginisiasi hadirnya Agro Wisata Buah Srikaya. Agenda pertamanya adalah Festival Srikaya, yang bakal digelar pada Minggu (24/03/2019) di Lapangan Kerapan Sapi, Kecamatan Bluto.

“Ada beberapa kegiatan di Festival Srikaya itu. Diantaranya bazaar, kemudian lomba makan srikaya, lomba buah srikaya, lomba kuliner dengan bahan dasar srikaya, dan lomba foto selfie on the spot. Bazar dan lomba-lomba itu gratis. Tidak dipungut biaya sepeser pun,” kata salah satu penggagas Festival Srikaya, Ferry Syahputra, Minggu (17/03/2019).

Selain itu, lanjutnya, yang paling seru adalah wisata petik buah srikaya langsung dari pohonnya. Lokasi penyelenggaraan festival srikaya itu memang hanya berjarak beberapa meter dari kebun srikaya warga.

“Kalau di malang ada wisata petik apel, nah di Sumenep nanti ikonnya wisata petik buah srikaya. Jadi pengunjung boleh petik sendiri buah srikaya langsung dari pohonnya,” ujar Ferry.

Acara yang ditargetkan masuk menjadi agenda rutin tahun kunjungan wisata Sumenep ini menggandeng aparat desa dan camat setempat, pegiat pariwisata, Genpi Madura, Sumenep Local Guide, serta berbagai pihak lain.

“Festival ini untuk mempromosikan buah srikaya dari Sumenep ke kancah nasional. Karena buah srikaya dari Sumenep ini pasti beda dengan daerah lain. Srikaya Sumenep ini lebih manis dan daging buahnya lebih tebal,” ucapnya mempromosikan.

Ia optimis, buah srikaya punya nilai ekonomis yang tinggi. Selain bisa dikonsumsi langsung, buah srikaya juga bisa disulap menjadi berbagai produk olahan seperti selai, jelly, dodol, puding, atau beberapa olahan lain.

“Produk olahan srikaya ini bisa menjadi alternatif usaha. Kalau dikembangkan dengan serius menjadi ‘home industry’, maka petani akan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Tidak sekedar jualan buah srikaya murni,” ujar Ferry.

Festival srikaya itu tidak hanya melibatkan petani srikaya, namun juga pedagang, warung dan restoran, generasi millenal, dan masyarakat umum diharapkan ikut terlibat untuk menyukseskan acara tersebut.

“Kami berharap festival srikaya itu benar-benar spektakular. Ramai dan membawa manfaat bagi semua. Jadi silahkan berkunjung ke Sumenep ramai-ramai hari Minggu 24 Maret mendatang, memeriahkan festival Srikaya,” pungkasnya. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar