Peristiwa

Ada Sayatan 20 Cm di Tubuh Sulami

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo mendatangkan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk mengautopsi jasad Sulami, warga dukuh Banyuripan RT 01 RW 01 desa Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo yang tewas bersimpah darah di rumahnya pada Senin (8/4/2019) malam.

Menurut informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, 6 dokter forensik masuk kamar mayat RSUD dr. Harjono Ponorogo pada 12.00 WIB. Tim langsung mengautopsi jasad Sulami hingga pukul 15.30 WIB.

KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Hariyadi mengungkapkan, dari hasil autopsi sementara, tewasnya korban dipicu oleh luka sayatan benda tajam sepanjang 20 centimeter pada perut korban.

Hariadi menyebut tidak ada luka lain selain sayatan 20 centimeter yang diakibatkan oleh benda tajam itu. Tim forensik juga mengamankan sampel darah dan cairan yang ada pada tubuh korban untuk diteliti lebih lanjut.

”Ini dilakukan untuk mengungkap dugaan indikasi lain pemicu korban tewas,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya warga Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo pada Senin (8/4/2019) malam digegerkan dengan ditemukannnya sesosok wanita tewas dengan bersimbah darah dan dalam keadaan isi perut terburai. Korban diketahui bernama Sulami (37) meninggal di teras rumahnya di Dukuh Banyuripan RT 01 RW 01 Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo.

Korban diketahui warga yang melintas di depan rumahnya dan mendengar korban minta tolong. Karena melihat korban yang bersimbah darah, banyak warga yang tidak berani untuk menolong. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar