Peristiwa

Kecemplung Parit, Seorang Balita di Ponorogo Tewas

Ponorogo (beritajatim.com) – Muhammad Fauril Aklam (4,5), seorang balita warga Dusun Purwosari, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, tewas setelah tenggelam di parit dekat rumahnya pada Jumat (30/11/2018) sekitar puku 14.30  WIB.

Kapolsek Sukorejo AKP Harijadi mengatakan, tidak ada saksi yang melihat Fauril terjatuh ke selokan yang lebarnya hanya sekitar 1 meter tersebut. “Tidak ada yang tahu apakah anak ini terjatuh atau main-main di selokan itu. Orang  yang mengetahui pertama kali hanya menyatakan tiba-tiba melihat ada anak terseret arus di parit itu,” ungkap AKP Harijadi.

Orang yang pertama kali mengetahui kejadian ini adalah Mujiono (42), tetangga yang juga kerabat korban. Saat itu Mujiono sedang duduk-duduk di pinggiran parit dan melihat sesosok bocah  terbawa arus air.

“Dalamnya parit hanya sekitar 60 atau 70 cm. Airnya penuh karena malam sebelumnya baru saja hujan. Arusnya memang deras. Mujiono ini kemudian berusaha menolong dengan menarik korban dari dalam parit dan mengangkat ke atas. Korban dalam keadaan lemas dan pingsan. Lalu dilarikan ke klinik di desa untuk mendapatkan pertolongan tapi saat diperiksa ternyata sudah meninggal,” urai AKP Harijadi.

Dari hasil olah TKP dan identifikasi Tim Inafis Polres Ponorogo, unit SPKT dan Reskrim Polsek maupun bidan desa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Fauril. Korban tewas diduga karena tenggelam terseret arus air kurang lebih 150 meter sampai 200 meter rumah korban. “Pihak keluarga tidak menghendaki visum. Jadi hanya dilakukan pemeriksaan luar saja. Mereka menerima kejadian ini,” pungkas AKP Harijadi. [dil/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar