Peristiwa

Kajari Jember Beri Sinyal Kemungkinan Tersangka Tambahan dalam Pungli KTP

Jember (beritajatim.com) – Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto memberi sinyal tak tertutup kemungkinan adanya tersangka tambahan dalam kasus pungutan liar KTP dan pelayanan dokumen administrasi kependudukan. Berkas perkara tahap pertama sudah dilimpahkan oleh polisi, Senin (3/12/2018).

\r\n

\”Dari hasil penyidikan polisi itu bisa kami lihat, mana yang bisa dikembangkan untuk ditemukan tersangka lain. Biasanya kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan pungli, tersangka tidak bermain sendiri. Itu akan kami lihat dalam berkasnya. Nanti kami pelajari dulu dan ekspos internal apakah berkas ini lengkap atau belum,\” kata Ponco.

\r\n

Polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Dispendukcapil Jember, Rabu (31/10/2018) malam. Dua orang ditetapkan menjadi tersangka, yakni  Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015. Wahyuniati ditahan di sel Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Sementara Kadar dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A.

\r\n

Menurut Ponco, pengungkapan pungli ini adalah hasil sinergi antara kepolisian dan kejaksaan dalam Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia berjanji akan bekerja cepat untuk meneliti apakah berkas itu sudah lengkap secara formal dan material untuk dilanjutkan ke persidangan.

\r\n

\”Sesuai dengan KUHAP, kami akan melakukan penelitian selama 14 hari. Kalau salah satu syarat, formil maupun materiil, belum dilengkapi, kami akan memberikan petunjuk kepada penyidik untuk dilengkapi,\” kata Ponco. [wir]

Apa Reaksi Anda?

Komentar