Peristiwa

KTP Bupati Faida Jadi Barang Bukti OTT di Dispenduk Jember

Jember (beritajatim.com) – Ada ratusan KTP elektronik yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, Rabu (31/10/2018) malam. Salah satunya adalah KTP elektronik atas nama Bupati Faida.

KTP ini disita dari tas kerja Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar pengurusan administrasi kependudukan. Ditanya soal adanya KTP atas nama Bupati Faida yang disita, Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo belum memberikan penjelasan. \”Nanti kami lihat, macam-macam KTP dari siapa saja,\” katanya, Jumat (2/11/2018).

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati resmi ditetapkan menjadi tersangka pungutan liar pengurusan KTP elektronik dan berkas administrasi kependudukan lainnya oleh polisi.

Selain Wahyuniati, polisi juga menetapkan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015. Wahyuniati ditahan di sel Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Sementara Kadar dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A.

Kadar mengenakan biaya tambahan Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak. Biaya tambahan ini mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan sehari jadi.

Bupati Faida sendiri sudah menegaskan komitmen untuk tetap tegak lurus dan mendukung sepenuhnya langkah kepolisian dan Tim Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar). \”Silakan, tuntaskan. Silakan usut. Tidak ada saya akan menghalangi pemeriksaan ini. Saya tidak akan melindungi siapapun di Pemkab Jember atau masyarakat yang berhubungan dengan jalur Pemkab Jember ini yang melakukan pungli atau korupsi. Saya tak akan melindungi mereka,\” katanya, usai melantik sejumlah pejabat di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (1/11/2018) sore. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar