Peristiwa

Pelunasan Tahap Awal Berakhir

84 CJH Jombang Belum Lunasi Biaya Haji, 50 Lainnya Mundur

Kepala Kantor Kemenag Jombang Abdul Haris

Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 50 CJH (Calon Jemaah Haji) di Kabupaten Jombang menyatakan mundur, kemudian sebanyak 28 CJH dinyatakan meninggal. Terakhir, terdapat 84 CJH yang belum melunasi biaya haji. Padahal tahap awal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2019 sudah berakhir.

Kepastian itu dilontarkan Kepala Kantor Kemenag Jombang Abdul Haris, Senin (15/4/2019). “Sebanyak 50 CJH yang mundur itu dengan berbagai alasan. Kemudian sebanyak 28 CJH meninggal. Sehingga untuk pelunasan tahap pertama ini berkurang 78 CJH,” ujar Haris.

Dia menjelaskan, kuota CJH Jombang untuk ibadah haji 2019 sebanyak 964 orang. Mereka sudah mendaftar di kantor Kemenag. Selanjutnya, para CJH diwajibkan melakukan pelunas BPIH tahap pertama, yakni mulai 14 Maret hingga 14 April 2019.

Nah, dari situ diketahui sebanyak 50 CJH mundur dan 28 meninggal. Praktis, saat ini terdapat 886 CJH yang wajib melunasi BPIH tahap awal. Namun demikian, saat pelunasan tahap awal berakhir, belum semua CJH melakukannya. “Sebanyak 802 CJH yang sudah melakukan pelunasan BPIH, sisanya atau 84 CJH belum lunas,” ujarnya.

Haris mengungkapkan, belum lunasnya BPIH tahap awal ini disebabkan berbagai alasan. Diantaranya, CJH beralasan terlambat informasi terkait pelunasan tahap awal tersebut. Kemudian disebabkan faktor kesehatan atau hasil tes kesehatan CJH yang bersangkutan belum keluar.

“Bisa saja pada tes awal dinyatakan resiko tinggi, tapi pada perkembangan selanjutnya kesehatan CJH membaik. Sehingga hasil tes kesehatan belum keluar. Namun demikian, bagi CJH yang pelunasan BPIH tahap awal tertunda, kita beri kesempatan pelunasan tahap kedua. Waktunya, belum ditentukan,” ungkap Haris.

Bagaimana dengan 28 CJH yang meninggal? Haris menjelaskan, bagi CJH yang meninggal tidak bisa langsung digantikan tahun ini. Namun harus menunggu tahun depan. Mereka akan digantikan oleh ahli waris. “Karena waktunya mepet, maka yang meninggal bisa digantikan oleh ahli warinya tahun depan,” kata Haris merinci.
[suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar