Peristiwa

8 Kecamatan di Kabupaten Malang Masuk Zona Rawan Kekeringan

Malang (beritajatim.com) – Sedikitnya 8 kecamatan di Kabupaten Malang masuk daerah rawan kekeringan. Masuk musim kemarau tahun ini, upaya antisipasi pun dilakukan agar warga yang tinggal di kawasan langganan kekeringan, tetap memperoleh pasokan air bersih.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, HM. Sanusi, Kamis (11/7/2019) menegaskan, pihaknya telah melakukan pemasangan Hidran Umum (HU) sebagai persiapan antisipasi dampak kekurangan air bersih. Sedangkan HU dipasang dibeberapa desa yang setiap musim kemarau selalu kekurangan air bersih.

“Diantaranya Desa Purwodadi, dipasang lima unit HU, dan Desa Sumberoto dipasang empat unit HU, yang kedua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Donomulyo. Karena kedua desa itu setiap musim kemarau selalu terjadi kekeringan yang otomatis warga setempat kekurangan air bersih,” ungkap Sanusi.

Kata dia, di Kabupaten Malang sejauh ini, desa yang berpotensi terjadi kekeringan terdapat di 18 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Banyaknya desa yang berpotensi terjadinya kekeringan, Pemkab sudah meminta Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) untuk mempersiapkan mobil truk tangki air bersih stand by selama 24 jam.

“Truk tangki milik ke empat lembaga tersebut siap mendistribusikan pada desa yang mengalami kekeringan. Sehingga mobil truk tangki yang kita siapkan jumlahnya 10 unit truk tangki dengan kapasitas 4000 sampai 5000 liter air bersih,” terang Sanusi.

Sanusi melanjutkan, mobil truk tangki yang sudah disiapkan masih kurang dalam mendistribusikan air bersih pada daerah yang mengalami kekeringan, maka nantinya Pemkab akan meminta bantuan kepada pihak swasta. Seperti PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), PT Bentoel, Pabrik Gula (PG) Kebonagung, dan PG Krebet. Sedangkan bantuan itu menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR).

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang Musripan berharap, agar masyarakat yang wilayahnya berpotensi terjadi kekeringan harus mulai berhemat dalam menggunakan air. Karena musim kemarau di tahun ini, tidak berbeda jauh dengan musim kemarau di tahun sebelumnya, yaitu akan mengalami kemarau panjang.

“Kami prediksikan, bahwa musim kemarau di tahun ini akan terjadi hingga bulan November,” paparnya.

Musripan menambahkan, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juli-Agustrus mendatang. Sehingga dengan panjangnya musim kemarau berdampak adanya kekeringan disebagian daerah di Kabupaten Malang. Tidak hanya terjadi kekeringan saja, juga berdampak pada penurunan suhu. Hal itu disebabkan, adanya tekanan udara dari Australia ke arah Pulau Jawa.

“Musim kemarau seperti sekarang juga berdampak pada kebakaran hutan, karena pohon-pohon menjadi kering, sehingga memicu terjadi kebakaran. Sedangkan kebakaran hutan yang sangat berpotensi, yakni di wilayah Malang Selatan,” Musripan mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar