Peristiwa

77 Rumah Tempuran, Sooko, Mojokerto Terendam Banjir

Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir akibat luapan Sungai Gunting di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto merendam dua dusun di Desa Tempuran. Dari dua dusun tersebut, sebanyak 77 rumah warga tergenang air banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, ada dua dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tergenang banjir. “Yakni Dusun Tempuran dan Mbekucuk,” ungkapnya, Jumat (3/5/2019).

Masih kata Zaini, hingga pukul 13.00 WIB ada 77 rumah warga di tiga Rukun Warga (RW) tergenang. Yakni RT 01 RW 03 sebanyak 47 rumah, RT 06 RW 04 sebanyak enam rumah dan RT 03 RW 01 sebanyak 24 rumah. Ketinggian air di dalam rumah 30 cm hingga 40 cm, sedangkan di jalan 60 cm hingga 70 cm.

“TRC Siaga di lokasi, sementara relawan dari Tagana sedang persiapan pendirian Dapur Umum. Kami juga sudah mengirim bantuan berupa 7 paket makanan siap saji karena saat ini genangan air belum surut dan trend air  naik perlahan,” katanya.

Zaini menjelaskan, bantuan juga datang dari Puskesmas Sooko untuk korban terdampak banjir. Bantuan tersebut berupa dua paket mie instan, tiga minyak goreng, enam box air mineral, satu box susu, satu krat telur dan satu sak beras.

“Untuk banjir di Kecamatan Dawarblandong akibat luapan Kali Lamong masih terjadi di Desa Banyulegi, jalan Desa Balong terendam dengan ketingian 35 cm hingga 40 cm, sedang di dalam rumah air dengan ketinggian 20 cm,” ujarnya.

Untuk Dusun Klanting, Desa Pulorejo, air banjir dengan ketinggian di jalan 15 cm hingga 25 cm, sedangkan di dalam rumah 10 cm hingga 20 cm. Ini lantaran hujan yang turun di wilayah barat Mojokerto mengakibatkan debit Kali Lamong mengalami peningkatan secara signifikan.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar