Peristiwa

77 Hektar Sawah Terdampak Limbah Tambang

Ponorogo (beritajatim.com) – Keberadaan dua tambang dan pencucian pasir di dekat Desa Sraten Kecamatan Jenangan dikeluhkan para petani di desa tersebut. Pasalnya limbah pasirnya dibuang di saluran irigasi.

Yang membuat saluran itu tertutupi lumpur. Sehingga air yang bersumber dari gunung tersumbat. Total ada 77 hektar persawaan di desa Sraten yang terdampak dari kondisi tersebut.

“Sebenarnya ada 4 desa, yakni Desa Jenangan, Sraten, Sedah dan Panjeng. Tetapi yang paling terdampak ya desa kami,” kata Kepala Desa Sraten Edi Purnomo, Rabu (20/3/2019).

Dia menemukan saluran irigasi sepanjang 3 kilometer yang tertutup oleh lumpur. Pun petani di 4 desa tersebut juga sudah melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lumpurnya. Akan tetapi juga belum mampu untuk membersihkan limbang tambang yang ada di irigasi tersebut.

“Ada sekitar dua kilometer saluran irigasi yang belum dibersihkan,” katanya.

Dulu awal beroperasinya dua tambang dan pencucian pasir itu telah disepakati bahwablimbah tidak dialirkan ke saluran irigasi. Namum kenyataannya limbahnya masih saja dibuang ke saluran irigasi.

“Untuk membuang limbahnya dulu katanya ada tempat khusus. Tapi ternyata tetap dibuang ke saluran irigasi,” pungkasnya.[end/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar