Peristiwa

59 Orang Dijanjikan Naik Haji ternyata Hanya Naik Bus Keliling Asrama Haji Sukolilo

Petugas Kepolisian Polsek Sukolilo saat menjelaskan ke korban bahwa dirinya bersama 58 calon haji lainyya jadi korban penipuan.(Foto: istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Selasa (6/8/2019) dini hari, Asrama Haji Sukolilo Surabaya digegerkan dengan 59 calon jemaah haji (CJH) yang gagal berangkat.

Sebanyak 59 CJH tersebut mengakui jika sudah keliling Asrama Haji dan tak dapat masuk ke asrama.

Hal tersebut dikarenakan mereka merupakan calon haji yang tak masuk daftar antrean pemberangkatan di 2019 yang berakhir dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Akhirnya 59 orang melaporkan kasus penipuan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukolilo Surabaya.

Misnati (47) warga Bangil, Pasuruan ini mengaku sejak pukul 05.00 WIB dirinya disuruh berangkat oleh salah satu orang bernama M Junaidi. Dia diminta untuk berangkat ke asrama haji Sukolilo.

“Dari Bangil saya bersama jamaah lainnya berangkat dengan menggunakan bus menuju Asrama Haji Sukolilo. Tapi setelah sampai bus hanya muter saja gak masuk asrama,” katanya.

Semua korban dari penipuan ini menjalankan salat di Masjid Polda Jatim, serta ada yang duduk lemas.

Banyak jamaah yang sudah berusia tua tampak duduk terdiam bersama istri serta keluarganya. Sambil mengenakan baju seragam haji, jemaah tampak lemas ketika mengetahui jika dirinya menjadi korban penipuan.

Dari informasi yang didapatkan, tidak hanya warga Jawa Timur yang menjadi korban, namun ada korban yang tinggal di Kalimantan.

Korban ini mengaku jika telah menyetorkan uang sekitar Rp 2 juta hingga Rp 50 juta untuk bisa berangkat haji tahun ini.

“Tapi saat itu kami tidak langsung masuk ke asrama haji tapi kami dibawa keliling di sekitar asrama haji,” lanjut Misnati.

Sementara itu Misnati mengaku sudah menyerahkan uang Rp 31 juta sebagai down payment (DP) untuk berangkat haji.

“Saat itu saya mintanya untuk membayarkan uang sisanya Rp 43 juta itu setelah saya sampai di tanah suci,” ucapnya.

Semua korban mengaku tidak menaruh curiga jika dirinya akan menjadi korban penipuan. “Karena memang kami semua mendapatkan seragam haji tersebut,” beber Misnati.

Misnati juga menceritakan jika rencananya hari ini dirinya ke Asrama Haji akan mendapatkan koper, baju ikhrom, paspor dan visa.

Korban dijanjikan berangkat naik haji cepat untuk mengisi jatah dari kementrian agama. “Disini kami semua niat untuk naik haji tapi malah menjadi korban penipuan,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Sukolilo, Kompol Bunari mengatakan jika sebelumnya Polsek Sukolilo mendapatkan laporan adanya calon jemaah haji yang menjadi korban penipuan.

Banyaknya korban dari luar daerah dari Surabaya membuat dirinya menyerahkan semuanya ke Polda Jatim.

“Dari data yang ada 59 orang ini sebenarnya sudah terdaftar di Kementrian Agama, tapi karena pelaku ini meminta sejumlah uang untuk memberangkatkan haji dengan cepat atau tahun ini maka banyak korban menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang,” ujar kapolsek Sukolilo.

Bunari menjelaskan saat ini seluruh korban telah melaporkan kejadian penipuan yang dialami di Polda Jatim. “Disini kami hanya mengantarkan korban saja ke Polda Jatim untuk melaporkan kejadian tersebut,” ucapnya. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar