Peristiwa

5 Mahasiwa Pamekasan ‘Terjebak’ di Xianning

Foto: Ilustrasi

Pamekasan (beritajatim.com) – Sedikitnya lima mahasiswa asal kabupaten Pamekasan, yang menempuh pendidikan tinggi di Xianning University Provinsi Hubei RRC, ‘terjebak’ di pusat kota yang berdekatan sumber penyebaran virus corona, yakni Kota Wuhan, Hubei.

Dari lima mahasiswa tersebut, dua di antaranya merupakan putra dan putri dari Herman Kusnadi bersama istrinya, Susmaningsih. Masing-masing Ilham Trikusnadi dan Tika Putri Laksmi, mereka merupakan warga asal Jl Bonorogo, Baru rambat Timur, Pademawu.

Bahkan Herman dan Susmaningsih juga merasa sangat waswas dengan kondisi anak mereka yang dilarang keluar dari apartemen menyusul adanya kebijakan karantina oleh pemerintah setempat. Apalagi stok makanan di apartemen yang ditempati mulai menipis.

“Dalam sepekan terakhir kami bersama keluarga intens menghubungi anak kami untuk memastikan kesehatan mereka, apalagi dengan stok makanan yang mulai menipis dan larangan untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Terlebih keterlambatan penanganan dari pihak KBRI,” kata Herman Kusnadi kepada beritajatim.com, Selasa (28/1/2020).

Memang kondisi kedua buah hatinya bersama tiga teman lainnya asal Pamekasan, terbilang baik-baik saja dan dalam keadaan sehat. “Saat ini anak-anak bersama tiga temannya yang juga dari Pamekasan masih sehat, tapi mereka mulai kehabisan stok makanan,” ungkapnya.

“Informasi yang kami dapat, pihak kedutaan sudah melakukan pendataan para mahasiswa di lokasi yang diisolir. Namun hingga saat ini justru belum ada suplai makanan, kami belum tahu pasti. Tapi jika dibiarkan kami khawatir mereka bisa kehabisan bekal makanan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, selain dua putra dan putri Herman Kusnadi yang sudah dua tahun menempuh studi ilmu kedokteran. Juga terdapat tiga nama lain yang juga berasal dari kabupaten Pamekasan, masing-masing atas nama Anggita, Putri, serta Wahdi Al-Amri.

Sementara apartemen yang ditempati mahasiswa asal Pamekasan, yakni di Kota Xianning dan berjarak sekitar 95 kilometer (km) dari pusat penyebaran virus corona di wilayah Wuhan, Provinsi Hubei, RRC. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar