Peristiwa

Petugas Gabungan Latihan Pengamanan Pemilu di Bawaslu Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)Ponorogo mendadak mencekam, pada hari Jumat (22/3/2019) ini. Pasalnya ada barang yang diduga bom ditemukan tergeletak begitu saja di halaman kantor Bawaslu Ponorogo.

Temuan bom tersebut dibarengi dengan adanya unjuk rasa. Yang dilakukan oleh salah satu pendukung calon presidenb yang  tidak terima dengan keputusan pemilu.

Namun, aksi tersebut hanya simulasi tentang pengamanan pemilu saat terjadi huru-hara. Simulasi dilakukan di Alun-alun Ponorogo.

“Bom sengaja di letakkan oleh orang tidak bertanggung jawab di halaman kantor KPU Ponorogo,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant setelah acara simulasi.

Namun, bom tersebut dijinakkan oleh anggota Jinbom Polda Jatim. Ia mengaku hal itu dilakukan agar semua baik-baik saja.

AKBP Radiant mengaku diduga kuat bom sengaja di taruh oleh pendukung kandidat calon tertentu. Karena tidak terima jagoan politiknya  kalah.

Sebelumnya, pendukung kandidat juga menuntut ulang pemilu. Karena panitia dinilai banyak melakukan kecurangan.

“Tapi semua telah diamankan. Dan berjalan sesuai dengan harapan. Massa bisa dikendalikan,” urainya. 

AKBP Radiant  menegaskan, dengan lancarnya simulasi ini maka kesiapan pengamanan pemilu di wilayah Ponorogo  dipastikan aman.

Petugas gabungan sejumlah 1500 yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Linmas, PMK dan Tim Kesehatan juga siap untuk mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Alhamdulillah simulasi lancar, kami yakin pemilu di Ponorogo  aman, semua elemen memastikan ikut menjaga kelancaran pemilu,” pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?

Komentar