Peristiwa

36 Hari Dirawat, Balita Tercebur Air Panas di Ponorogo Akhirnya Meninggal

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah dirawat selama 36 hari di RSUD dr. Harjono Ponorogo, Arif Nur Hasan, balita usia 18 bulan yang dulu tercebur air panas akhirnya meninggal dunia. Almarhum Arif menghembuskan nafas terakhir karena mengalami komplikasi akibat luka bakar sebanyak 48 persen.

“Benar, almarhum Arif meninggal tadi pagi sekitar pukul 08.45 WIB,” kata Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. Harjono dr. Siti Nurfaidah, saat ditemui beritajatim.com, Kamis (4/7/2019).

Dokter Siti mengungkapkan sejak tanggal 30 Juni 2019 lalu sudah ada rencana untuk dilakuakn rujukan ke rumah sakit di Surabaya atau Solo. Saat semua siap, dalam hal ini keluarga sudah menyetujui. Namun, kondisi Alm. Arif tidak stabil, belum aman untuk perjalanan rujukan. “Kondisinya tidak stabil, kadang naik kadang turun,” ungkapnya.

Siti menyebut jika pihaknya sudah all out dalam menangani Alm. Arif, Dia mencatat selama ini sudah dilakukan 6 kali operasi. Selain itu juga mengidentifikasi jenis kuman atau bakteri pada luka bakarnya, supaya tepat pemberian anti biotiknya. Juga dalam upaya keadaan umumnya dengan 4 transfusi dan 5 kali penambahan albumin.

“Sedari awal kami sudah edukasi kepada keluarga bahwa luka bakar pada anak dengan luasan lebih 30 persen itu peluang sembuhnya 50 : 50,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya nasib malang dialami oleh Arif Nur Hasan harus menahan rasa sakit setelah tercebur ke panci berisi air panas. Seketika 50 persen badan anak ke 2 pasangan suami istri Misdi (52) dan Sulatih (31) itu melepuh karena terkena air yang akan biasa digunakan untuk minum tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, petaka itu berawal pada Selasa (28/5/2019) sore lalu menjelang buka puasa, Arif menyusul bapaknya (Misdi-red) yang saat itu berada di dapur. Langkahnya itu mundur- mundur, menyenggol panci berisi air panas yang baru diangkat dari kompor.

“Kakinya tersandung panci dan tercebur di panci itu. Mendengar erangan tangisan Arif langsung saya angkat dari panci,” kata Misdi. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar