Peristiwa

Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok Ilegal

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 352.567 batang rokok dan 25.160 gram tembakau Iris (TIS) senilai kurang lebih Rp 263 juta dimusnahkan. Pemusnahan barang milik negara berupa rokok ilegal itu merupakan hasil penindakan tahun 2013 hingga 2018.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bojonegoro, Winarko mengatakan, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, pihaknya terus berupaya secara maksimal untuk memastikan bahwa barang-barang yang beredar di pasar merupakan barang legal dan tidak membahayakan masyarakat.

Menurut Winarko, bahwa dalam memerangi peredaran rokok ilegal, pihaknya selama periode 2013 hingga 2018, secara kontinyu dan masif telah melakukan pengawasan dan penindakan rokok ilegal tersebut.

Jenis pelanggaran yang dilakukan penindakan antara lain rokok dengan pita cukai yang diduga palsu, rokok tanpa dilekati pita cukai dan rokok dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya. “Dari hasil penindakan itu menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 117.845.910,” ujarnya, Jumat (28/6/2019).

Winarko juga menyampaikan bahwa penindakan yang telah dilakukan tersebut merupakan bukti nyata dan keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum dan memberantas peredaran barang barang ilegal. Peredaran barang ilegal, kata dia, tidak hanya merugikan para pelaku industri dalam negeri yang taat peraturan, namun juga membahayakan masyarakat dan mengurangi penerimaan negara.

“Kalau dilihat nilai kerugiannya memang kelihatan kecil, tetapi rokok ilegal tersebut juga berpotensi membahayakan masyarakat, karena rokok-rokok tersebut tidak terkontrol kadar TAR dan nikotinnya,” kata Winarko.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, dalam melakukan pemberantasan rokok ilegal perlu sinergitas dengan semua instansi, dimana rokok ilegal tidak hanya ilegal secara barang, tetapi secara kesehatan juga tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan pemerintah.

Khususnya lanjut Kapolres, terkait pemasangan peringatan kesehatan bergambar sehingga informasi bahaya merokok tidak tersampaikan kepada masyarakat. “Kedepan kita berharap semakin bersinergi dalam memberantas rokok ilegal,” kata Kapolres, AKBP Ary Fadli. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar