Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ribuan Peziarah Banjiri Haul Sunan Giri ke 513 Tahun 2018

Jum'at, 07 Desember 2018 20:46:49 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Ribuan Peziarah Banjiri Haul Sunan Giri ke 513 Tahun 2018

Gresik (beritajatim.com) - Ribuan peziarah dari seluruh nusantara membanjiri peringatan haul Sunan Giri ke 513 di tahun 2018. Kegiatan haul yang berlangsung pada 2 hingga 8 Desember 2018 digelar di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik. Beberapa jenis kegiatan yang digelar selama Haul ini diantaranya, khotmil Qur’an, bacaan yasin tahlil, dan pengajian Umum.

Tidak hanya itu, sejumlah penceramah mengisi pengajian umum Kamis malam (6/12) di masjid area Pesarean Sunan Giri. Yakni, KH. Muwafiq dari Yogyakarta dan KH . Mochtar Jamil dari Gresik. Sementara pada hari ini, Jumat (07/12/2018), Tahlil Akbar dihadiri oleh Bupati Gresik Sambari dan Perhimpunan Pemangku Makam Aulia (PPMA) se- Jawa Timur di area makam Sunan Giri.

Peringatan haul ini merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Giri, dan masyarakat Gresik serta masyarakat dari luar kota. Dalam sejarah nama Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton. Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di  Pulau Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Dilahirkan di Blambangan, Banyuwangi tahun 1442, dan dimakamkan di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Di area makam Sunan Giri, ada beberapa tempat yang dianggap bersejarah. Yaitu, makam Sunan Prapen, makam Putri Cempo, petilasan Giri Kedaton.

Penceramah pada pengajian Umum, KH Mochtar Jamil menuturkan, masyarakat Gresik perlu menjadikan Sunan Giri sebagai suri tauladan. Sebab, beliau merupakan salah satu penyebar agama islam dalam sejarah walisongo. "Keteladanan Sunan Giri patut dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan KH.Muwafiq. Dirinya, berpesan kepada jemaah untuk mencintai dan meneladani Sunan Giri. Sebab, sangat bermanfaat bagi kehidupan. [dny/kun]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>