Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Warganya Tersangkut Gerakan Papua Merdeka, Australia Siapkan Layanan Konseling

Senin, 03 Desember 2018 15:33:25 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Warganya Tersangkut Gerakan Papua Merdeka, Australia Siapkan Layanan Konseling

Surabaya (beritajatim.com) - Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia memastikan telah mendengar dan mengikuti kasus Harman Ronda Amy yang tengah diperiksa pihak Imigrasi lantaran bergabung di tengah aksi Papua Merdeka.

Dihubungi beritajatim.com melalui surel, Nick selaku juru bicara untuk DFAT Australia di Canberra mengatakan jika beberapa langkah telah disiapkan oleh pemerintah Australia.

"Kami sudah mendengar dan mengikuti adanya laporan itu. Kami akan siap memberikan layanan konseling dan bantuan hukum kepada yang bersangkutan," katanya.

Sebagai informasi, Demo dan aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang mendukung kemerdekaan Papua diduga tidak murni dan diduga ditunggangi kepentingan asing.

Hal itu terungkap setelah Polda Jatim dini hari tadi telah mengamankan Harman Ronda Amy, Warga Negara Australia (35) saat Polisi mengevakuasi mahasiswa di Jalan Kalasan Surabaya karena dikepung massa organisasi kepemudaan. Harman diduga ikut dan berada di tengah mahasiswa yang ikut berdemo separatis.

"Kami telah membawa warga Australia tersebut ke Imigrasi Tanjung Perak untuk penanganan lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (2/12/2018).

“Itu diperiksa imigrasi, kita bekerjasama dengan imigrasi karena mereka bagian dari pemerintah. Sehingga kita bekerja sama dengan imigrasi untuk memeriksa. Karena mereka ini masuk di dalam kelompok itu,” tambahnya.

Imigrasi saat ini sedang memeriksa motif dan tujuan Ronda datang ke Indonesia dan terlibat dalam aksi yang dilakukan mahasiswa Papua.

“Imigrasi memeriksa keabsahan mereka masuk ke Indonesia baik itu visa atau paspornya. Itu kewenangan dari imigrasi sekaligus memeriksa record daripada yang bersangkutan. Apakah mereka sudah lama dan ada hubungan dengan kelompok di Indonesia,” papar Barung.

“Postingan dan foto yang diunggah oleh akun Ronda Doggett banyak terkait dengan dukungan gerakan Papua Barat Merdeka,” pungkasnya.

Ratusan mahasiswa Papua di Surabaya merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12/2018). Dalam orasinya, mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kehendak bebas untuk menentukan nasibnya. Para mahasiswa ini juga sempat membawa atribut Bintang Kejora saat melakukan aksi. [ifw/kun]

Komentar

?>